oleh

Dinas Pendidikan Ubah Pola Belajar Monoton

Kolom:Pendidikan|68 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter, Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang selalu melakukan program-program unggulan dan mengubah pola belajar yang monoton.

Hal inilah yang membuat perwakilan Asean Education Spotlight Malaysia, Zornitza Natcheva tertarik untuk mempelajari pola-pola pengajaran yang diberikan di kota Palembang. Apalagi anak didik yang disiapkan agar siap bersaing di Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

Zornitza Natcheva mengatakan bahwasanya disini ingin melihat keunggulan pendidikan di kota Palembang ini.Disamping itu juga, tugasnya bagian promosi khusus pendidikan, yakni mengadakan riset pendidikan di berbagai negara, jelas zornitza ketika berbincang di ruangan kepala dinas pendidikan kota palembang, Selasa (28/02).

Baca juga :  Gubernur Ingin Pekerja Anak Mesti Dihapuskan di Sumsel

“Tidak hanya riset jenjang pendidikan SMP/SMA, di bidang Universitas juga kita lakukan, dipilihnya kota Palembang juga karena di pulau Sumatera mempunyai jumlah penduduk terbanyak kedua setelah medan, tambahnya.

Ada 5000 studi pendidikan dan di pilih pendidikan karena palembang paling besar. Karena kota palembang banyak sekolah produk unggulan dalam menciptakan wirausaha di kalangan pelajar,”jelas zornitza kelahiran asal germany ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, H.Ahmad Zulinto SPd MM mengatakan, Kalau kita memanah sebuah pendidikan, peran seorang guru yakni membentuk anak berkembang secara maksimal dan bertanggung jawab. Dengan pendidikan ini anak menjadi dewasa dan inilah peran para pengajar untuk mendorong anak didik mencapai cita-cita secara maksimal,”katanya.

Baca juga :  Siswa SMAN Sumsel Diingatkan Harus Tetap Rendah Hati

“Pendidikan tidak ada batas baik itu faktor material dan lainnya. Sehingga Pendidikan di kota Palembang kita lebih maju dari sarana dan prasarana sekolah, serta peningkatan SDM mengajar yang baik. Kita menggunakan hal yang menunjang yaitu jam ke-nol yang dapat digunakan untuk pembentukan karakter baik dari belajar mengaji dan berdoa,”ujar zulinto.

” Pihak Dinas Pendidikan juga telah bekerja sama dengan berbagai universitas yang ada di luar negeri untuk menunjang pendidikan, yakni Malaysia, Filipina, Singapura. Hal ini diharapkan bisa menambah wawasan serta mendapatkan ilmu yang bisa digunakan untuk sesama, tukasnya.

Baca juga :  SMA 10 Bantah Ada Pungli

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita