oleh

Enam Tersangka Ditahan 20 Hari Kedepan

Kolom:Pendidikan|2 kali dilihat

NuansaKita.Com – Jakarta : Berdasarkan pemeriksaan dan gelar perkara yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari kegiatan penangkapan yang dilakukan oleh penyidik, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan keenam orang tersebut sebagai tersangka. Tersangka YAF selaku Bupati Banyuasin bersama-sama dengan tersangka RUS, UU, STY dan K diduga menerima dugaan suap dari ZM.

Seperti diketahui atau patut diduga suap proyek tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya terkait dengan proses perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di Dinas Pendidikan dan dinas-dinas lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuasin provinsi Sumatera Selatan.

Baca juga :  Sekolah Islam Al Azhar di Sumsel Terus Berkembang

Yan Anton Ferdian dari rumah dinasnya lantas diboyong ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel.  Sewaktu penangkapan, beberapa anggota KPK juga ikut masuk ke dalam ruangan Ditreskrimsus yang dijaga ketat personil Brimob bersenjata lengkap dan kemudian di terbangkan ke Jakarta.

Dalam konferensi pers, Basaria Panjaitan menjelaskan kepada media, Tersangka YAF meminta imbalan kepada ZM untuk memuluskan langkah dengan menghubungi anak buahnya.   Setelah mendapat amanat, Umar bersama dengan Sutaryo menghubungi Kirman selaku pihak perantara Pemkab Banyuasin kepada pengusaha.   Kirman jugalah yang mengubungi Zulfikar untuk menawarkan proyek di Dinas pendidikan dengan syarat harus menyetor Rp 1 miliar.”K (Kirman) ini merupakan orang kepercayaan Yan. K ini juga semacam pengepul, saya katakan betugas pengepul dana. Apabila pejabat disana ada keperluan, K yang selalu menghubungi pengusaha,” ujar Basaria.

Baca juga :  11 Obat Dilarang BPOM

KPK akhirnya menetapkan ke enam tersangka kemarin (5/9) YAF, RUS, UU, STY dan K yang diduga sebagai pihak penerima, disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 atau pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Sedangkan, tersangka ZM diduga sebagai pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. (csr)

Baca juga :  Dinas Pendidikan Ubah Pola Belajar Monoton

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita