oleh

Kadisdik Sumsel, Widodo Sambut baik Wacana Libur Sekolah Sabtu Minggu

Kolom:Pendidikan|7 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendi akan menjadikan hari sabtu dan minggu sebagai hari libur nasional sekolah mulai mendapat respon dari berbagai kalangan.

Salah satunya, Kepala Dinas Pendidikan provinsi Sumatera Selatan, Widodo, Rabu (9/11) turut angkat bicara terkait hal ini, dikatakannya, menjadikan hari sabtu dan minggu sebagai hari libur sekolah nasional cukup ideal bagi sekolah-sekolah di perkotaan.

Dijelaskannya, sekolah di perkotaan cukup efektif kalau itu diberlakukan, soalnya pada umumnya orang tua siswa di perkotaan waktunya padat untuk bekerja, mulai dari pagi hingga sore sehingga nyaris hanya sedikit waktu untuk mengawasi putra-putrinya saat berangkat hingga pulang sekolah.

Baca juga :  Bedah Buku Pada Milad Kohati HMI Yang Ke 53

“Jadi kalau seandainya itu betul-betul dilaksanakan, tentu akan meringankan beban para orangtua yang sehari-hari dipenuhi dengan aktivitas, sehingga tidak bisa mengawasi secara langsung,” ungkapnya.

Namun, lanjut Widodo, wacana kebijakan libur pada Sabtu dari Menteri Pendidikan tentu akan berbeda dengan sekolah-sekolah di pelosok dimana orang tua mereka banyak waktu untuk bersama anak-anak.

“Jarak rumah dan sekolah juga jauh dan rawan, serta aktivitas ekskul belum didukung sarana dan prasarana memadai,” jelasnya.

Widodo menambahkan, kebijakan full day school saja masih harus disiapkan terlebih dulu secara baik dan provinsi Sumsel akan terus berupaya agar sekolah, khususnya di perkotaan yang sudah siap dipersilahkan jalankan kebijakan tersebut.

Baca juga :  Sumsel Siap Jadi Tuan Rumah Kongres HMI 2020

“Sedangkan sekolah yang belum siap kita dukung dalam waktu yang tidak terlalu lama juga ikut bergabung dan menjalankan kebijakan itu,” kata dia.

Seperti diketahui sebelumnya, Menteri pendidikan Muhadjir Efendi beralasan, libur tambahan hari Sabtu diharapkan dapat memberi kesempatan kepada siswa/siswi untuk berkumpul bersama keluarga. Sekaligus juga bisa menjadi ajang siswa mengembangkan bakat minat mereka dengan bergabung dalam organisasi.

Selain itu, libur hari Sabtu dan Minggu, merupakan bagian dari rencana penerapan sekolah dengan pendidikan karakter.

Lebih lanjut Mantan Rektor UMM itu juga menjelaskan, materi yang akan disampaikan akan memanfaatkan waktu hari Senin sampai Jumat, sehingga Sabtu dan Minggu bisa dimanfaatkan untuk aktivitas lainnya. Bahkan juga bisa digunakan untukrefreshing keluarga, dengan memanfaatkan libur dua hari.

Baca juga :  Pendidikan di Sumsel Tidak Boleh Dibeda-bedakan

“Pendidikan karakter tidak membuat siswa belajar seharian. Ada jam untuk melaksanakan kegiatan menyenangkan, seperti pengembangan minat dan bakat, mengaji atau membaca buku fiksi, karena aktivitas menyenangkan itu tergantung dari konsep dari masing-masing sekolah,” pungkasnya. (juwita)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita