oleh

PAUD Kartini Muda Tanyakan Pembangunan Gedung ke Kades

Kolom:Pendidikan|7 kali dilihat

Nuansakita.com – Banyuasin : Peserta didik PAUD Kartini Muda desa Talang Lubuk kec.Sumber Marga Telang Kab. Banyuasin mengeluhkan sarana prasarana belajar yang tidak memadai bahkan tidak ada sama sekali.(1/9)

Paud Kartini Muda adalah PaUD desa yg dibentuk berdasarkan rapat oleh penggerak PKK berdiri sejak tahun 2015 sampai sekarang, dan saat ini masih menumpang belajar di kantor desa. pengelolaan masih secara swadaya masyarakat dan untuk operasional PAUD diambil dari uang iuran perbulan para siswa, ujar Novi
Iuran dipungut perbulan sebesar Rp.30.000 harus dibagi untuk honor tenaga pendidik, operasional, dan PMT (pemberian makanan tambahan).pungutan iuran ini tentunya bagi masyarakat mayoritas petani didaerah tertinggal sangat memberatkan, hal ini menjadi persoalan yg kontradiktif, jika harus mengurangi uang iuran tentu akan kesulitan untuk membayar honor tenaga pendidik, sementara belum ada sumber dana lain yg didapat.

Baca juga :  Jaringan Internet, Kendala Utama Saat Pelaksanaan UNBK

Pemerintah desa sudah pernah menjanjikan pembangunan gedung pada bulan maret melalui dana desa tahap 1, dan sampai saat ini tidak terwujud, pengurus PAUD mencoba mengkonfirmasi kepada kepala desa dan menjanjikan Anggaran Dana Desa tahun 2016. lalu pada saat acara wisuda siswa/i PAUD bulan juli 2016 kades kembali menjanjikan akan segera membangun gedung paud setelah hari raya Idul Fitri,tambahnya.
Lebih lanjut Novi mengatakan dalam buku “Indonesia pintar Lewat Pengembangan Paud Desa” yg diterbitkan oleh Direktorat jenderal pembinaan dan pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dijelaskn bahwa sumber- sumber pendanaan PAUD desa berasal dari: APBDEs yg mencakup Dana Desa(DD), Alokasi Dana Desa (ADD),Pendapatan Asli Desa (AD), bantuan keuangan dari kab. kota dan propinsi serta bantuan keuangan dari pusat, iuran rutin masyarakat, hibah, pihak lain yang tidak mengikat misal bantuan dari perusahaan,bank,perhutani,pengusaha, dan lain – lain.

Baca juga :  Pemprov Sumsel dan Telkomsel Luncurkan Program Merdeka Belajar Jarak Jauh

Dijelaskan lebih lanjut dalam buku tersebut bahwa Dana Desa dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan pendirian bangunan, transportasi pendidik,operasional, APE (alat permainan edukasi),peningkatan kapasitas pendidik,serta PMT ( pemberian Makanan Tambahan).

Saya sudah sampaikan ke pak kades Suwinungtjik, kami bukan menuntut digaji besar, tapi seandainya kami mendapatkan bantuan dari desa itu bisa mengurangi beban dari wali murid.mungkin bahasa yg lebih tepatnya bukan bantuan tapi kami menanyakan hak kami.sebab kami menjalankan program PAUD desa bukan PAUD mandiri.kami juga bukan datang isi absen lalu pulang.kerja keras kami bisa dilihat setiap harinya,Kalau perangkat desa bisa dapat tunjangan, kenapa tunjangan untuk kami masih beliau ragukan?,tegasnya. (idham)

Baca juga :  Jelang UN, 5 Siswa SMP Andikpas LPKA Pakjo Lakukan Simulasi UNBK

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita