oleh

SMP 22 Pilih Guru Favorit dan Pelatihan Jurnalistik Pelajar

Kolom:Pendidikan|44 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Sedikitnya 9 (Sembilan) kandidat guru terpilih menjadi guru favorit dari keseluruhan 57 guru di SMP Negeri 22 Palembang. Hal ini diungkapkan oleh Nurbaiti Kepala SMP Negeri 22 Palembang disela acara pemilihan guru favorit dan couching clinic jurnalistik pelajar, Rabu (08/03).

Dikatakan Nurbaiti, pemilihan guru favorit, ini baru pertama kalinya di kota Palembang. Sedangkan penilaian guru favorit dilakukan oleh siswa sendiri.

“Ada 250 kupon untuk siswa dalam penilaian guru, setiap kelas mendapat 20 lebih kupon untuk menilai guru favorit tersebut,” ujarnya kepada wartawan Nuansakita.com.

Baca juga :  Pendidikan di Sumsel Tidak Boleh Dibeda-bedakan

Dari 9 kandidat tersebut akan dipilih tiga guru favorit, dimana ketiga guru ini akan diseleksi ulang lagi dengan guru dari sekolah lain sekota Palembang.

“Setiap sekolah nantinya diambil tiga guru favorit. Mereka (guru) akan diseleksi ulang lagi. Untuk rewardnya mereka mendapatkan tropi penghargaan, piagam, dan jalan-jalan keluar negeri,” terangnya.

Ia berharap, untuk guru yang terpilih nanti akan lebih mengekedepankan prioritas dalam mengajar siswa dan meningkat motivasi kepada siswa.

“Harapan kita semoga mereka (guru) lebih meningkatkan motivasi dan tentunya menjadi teladan bagi anak-anak, serta kualitas belajar lebih disenangi anak-anak. Dan bagi guru yang belum terpilih jangan merasa cemburu atau merasa tidak favorit, pemilihan guru ini hanya sebgai motivasi saja, biar kedepannya lebih baik lagi,” harapnya.

Baca juga :  Arip Farawita Terpilih ketua PW IPNU Sumsel

Sementara itu, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda menuturkan, pemilihan guru favorit ini sangat bagus sekali, bagaimana metode guru menarik perhatian anak-anak dalam mengajar.

“Ini bisa memotivasi semua guru, agar siswa dan guru bisa saling sharing dalam proses belajar,” tutur Finda sapaan akrabnya diwaktu dan tempat yang sama.

Untuk couching jurnalistik pelajar, lanjut Finda, dengan seperti ini bisa mengasah dan menumbuhkan semangat menulis terhadap siswa. Siswa juga bisa membedakan mana fakta dan mana yang hoak.

“Belajar jurnalistik untuk pelajar bisa menumbuhkan semangat menulis. Jadi diawal sudah kita asah dengan belajar jurnalistik. Dengan seperti ini siswa bisa membedakan fakta dan hoak, sehingga anak bisa memilah tarik kesimpulan berita tersebut, kita berharap di sekolah lain bisa diterapkan, kalau memang mereka (siswa) tertarik kenapa tidak kita asah dari sekarang,” tukasnya.

Baca juga :  Siswa SMAN Sumsel Diingatkan Harus Tetap Rendah Hati

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita