oleh

10 Produk Unggulan Sumsel Hasil Penelitian SEM Institut

Kolom:Ekonomi, Peristiwa|1.084 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Dari Hasil penelitian yang telah dilakukan, SEM Institut merilis hasil surveinya terhadap sepuluh Komoditas Produk Jenis Usaha (KPJU) unggulan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di setiap daerah kabupaten/kota provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Sepuluh KPJU unggulan di Sumsel yakni sektor Padi Sawah, Toko Kelontong/Manisan, Penggilingan Padi, Karet, Budidaya Ikan Lele, Penggalian Pasir, Budidaya Ikan Patin, Koperasi Simpan Pinjam, Rumah Makan Padang, serta Klinik Kesehatan Terpadu,” urai Direktur SEM Institut, Karebet Wijaya Kusuma usai kegiatan desiminasi hasil penelitian KPJU unggulan UMKM Sumsel di Hotel Arista Palembang, Kamis (1/12).

Dijelaskannya, Bank Indonesia (BI) telah menginisiasi kriteria produk unggulan, yakni komoditi, produk dan jenis usaha. Jadi tidak sekedar terletak pada produknya.

Baca juga :  Pemilu 2019 di Sumsel, Wagub Mawardi : Harus Berjalan dengan Sukses

“Seperti karet, komoditi ini memang unggul pada sektor budidaya karet, tapi masalahnya karet-karet di Sumsel sudah mulai tidak produktif lagi karena rata-rata usia diatas 20 tahun,” kata dia.

Karebet juga mengatakan, penelitian yang dilakukan SEM Institut tersebut sangat tepat untuk melihat peluang bisnis kedepan. “Hasil penelitian ini direkomendasikan untuk 5 tahun kedepan, karena penelitian yang dilakukan merupakan survey besar, yang melibatkan lebih dari 1000 resposden dari level kecamatan sampai provinsi,” tambahnya.

Diungkapkan, pihaknya juga melakukan sensus di kecamatan untuk mengetahui KPJU apa yang ada di Sumsel, kemudian disaring untuk mengetahui KPJU unggul di setiap sektor.

Baca juga :  Gubernur Sumsel Gelar Open House Melalui Virtual Zoom

“Pada level kecamatan ada 4 kategori yang dinilai yakni bahan baku, marketing, pelaku UMKM, serta kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian di kecamatan itu sendiri,” ungkapnya.

Menurut Karebet, jika dilihat dari kontribusi terhadap perekonomian di Sumsel, ada beberapat sektor yang dinilai berpotensi. “Ada tiga yakni sektor pertanian, perkebunan dan industri pengolahan,” tuturnya

Sementara itu, untuk meningkatkan nilai tambah terhadap komoditi produk Sumsel, BI juga berupaya memberikan pelatihan kepada para petani.

“Dalam waktu dekat, kita akan memberikan semacam kegiatan pelatihan antar petani karet di Sumsel dan Jambi yang agar produk karet kita tidak hanya berhenti pada budidaya saja tpi juga dapat meningkatkan nilai tambah dari produk karet tersebut,” ucap Deputi Direktur BI Provinsi Sumsel, Hari Widodo.

Baca juga :  Alfajri Zabidi Dipercaya Pimpin ICMI Palembang

Menurutnya, dengan membaikknya harga komoditi kita juga berharap perbankan dapat melihat ini sebagai potensi bisnis. “Target 2018 utk kredit UMKM sudah terpenuhi di tahun 2016 yang mencapai 22,03 persen dengan nilai Rp 22,62 triliun per Oktober 2016,” jelasnya.

Berdasarkan regulasi BI, sambung Hari, perbankan diwajibkan menyalurkan kredit pada sektor UMKM. “Komitmen perbankan cukup kuat untuk UMKM, dengan tahapan dari tahun 2015 sebesar 5 persen, 2016 10 persen, 2017 15 persen, dan 2018 20 persen,” pungkasnya. (juwita).


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita