oleh

Workshop LPP Membangun Kebun Kelapa Sawit Rakyat Berkelanjutan

Kolom:Ekonomi, Peristiwa|6 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Dalam mengantisipasi perdagangan bebas, perusahaan perkebunan dituntut untuk memiliki daya saing yang tinggi. Tanpa memiliki keunggulan daya saing sulit untuk berkompetisi. Salah satu kiat yang dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Perkebunan adalah melakukan peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) melalui Workshop pemberdayaan Fasilitator Daerah (Fasda) membangun kebun kelapa sawit rakyat berkelanjutan.

Acara yang di gelar di Ballrom Hotel Aston Palembang  ini bertujuan untuk menghadapi program besar yakni program peremajaan sawit rakyat, dalam acara ini diikuti oleh seluruh petani kelapa sawit yang tersebar si seluruh wilayah sumsel.

Direktorat Jendral Perkebunan Kementrian Pertanian (Kementan) Dr. Ir Hendrajat Natawijaya membenarkan hal itu, Namun sebelum program tersebut dijalankan ada tiga aspek yang harus dipenuhi yakni Aspek teknis, aspek SDM, dan aspek keberlanjutan.

Baca juga :  Pertamina RU III Diminta Buat Binaan Khusus Tanggulangi Karhutla

“Ketiganya harus ada, dengan hasil akhirnya nanti. Petani yang melakukan program peremajaan kebunnya sudah dapat disertifikasi oleh Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) atau Sistem Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan” katanya saat sambutan ( 7/12).

Hal ini juga harus dilakukan, lanjutnya. Kita harus perbaiki yang pertama kalinya yakni SDM sesuai yang tadi di sebutkan menggunakan metode pelatihan tentang bercocok tanam yang baik, memahami dan mengelola kebun dengan baik, juga terhadap tanggung jawab sosial kepada lingkungan.

“Soal ISPO ini data nasional yang perlu peremajaan 150 ribu hektare, kalau di Sumatera selatan kita mulai dari administrasinya terlebih dahulu. Jika sudah siap maka kita implementasikan (penerapan) untuk dananya sendiri hingga saat ini sudah mencapai 150 Triliun itu di dapat dari sumbangan pelaku usaha yang melakukan ekspor CPO (Crude Palm Oil) minyak sawit metah dan turunnya” paparnya.

Baca juga :  Sekda Sumsel Apresiasi Kepengurusan Komwil Forsesdasi Papua Barat

Senada dengan itu, Selaku Direktur lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta, Gunawan Ciptadi mengatakan kita disini sebagai fasilitator (pemberi  fasilitas) dan sebagai pusat pengembangan SDM subsektor pertanian sangat mendukung program ini.

“Kita akan mendukung disetiap subsektor perkebunan ini dengan menyiapkan pelaku utamanya yakni petani (SDM) baik perkebunan milik rakyata atau milik plasma”ungkapnya

Karena kita tahu, ungkapnya jumlah perkebunan rakyat mencapai 45persen atau 4,4juta hektare. “Dengan area sebanyak itu kita berharap dapat meningkatkan kembali produktivitas CPO nantinya makamya kita berdayakan disini” ungkapnya

Baca juga :  Gubernur Instruksikan Bupati Banyuaisn Tancap Gas Kejar Tiga Besar Produksi  Pangan Nasional

Sementara Kepala Dinas Pertanian Sumsel Ir. Fachrurozi Raiz hanya mengatakan kebun di sumsel sudah masuk dalam zona peremajaan karena kita tahu umur pohon kelapa sawit hanya sebatas 30 tahun saja.

“Artinya jika kita ingin meningkatkan produksi tapi tidak ingin memperluas area. ya tentunya hasilnya tidak akan maksimal. Dan kalau mau memperluas area kita ada programnya namun bukan dalam program Fasda ini” tutupnya. (Desta)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita