oleh

25-26 Desember Kantor SAMSAT se-Sumsel Tak Layani Bayar Pajak

Kolom:Peristiwa|4 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Berdasarkan hasil keputusan Tim Pembina SAMSAT tertanggal 22 Desember 2017 tentang Pelayanan Kantor Samsat bersama menjelang cuti bersama perayaan Natal 2017, selama 25 sampai 26 Desember 2017, seluruh Samsat se-Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tidak dibuka melayani pembayaran pajak kendaraan.

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sumsel, Dra Hj Neng Muhaibah, melalui Kepala UPT Bapenda Sumsel/Palembang II, Herryandi Sinulingga, Ap mengatakan, keputusan tersebut telah ditandatangani Kepala Bapenda Sumsel, Dirlantas Polda Sumsel dan Kepala Jasa Raharja Cabang Sumsel.

Baca juga :  Sumsel Gelar The 8th National Congress IGES

“Diinformasikan kepada seluruh masyarakat Sumsel sebagai wajib pajak, jika seluruh point-point layanan Samsat tidak dibuka atau melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor,” ucap Sinulingga, Jum’at (22/12).

Lanjut dirinya, SAMSAT yang tidak dibuka jelang perayaan Natal tersebut adalah Kantor SAMSAT Induk se-Sumsel dan point layanan seperti SAMSAT Corner, SAMSAT Desa dan SAMSAT Keliling serta SAMSAT Payment point Bank Sumsel Babel.

Menurutnya, semua SAMSAT tidak melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor, pengesahan STNK tahunan dan sumbangan wajib dana kecelakaan lalulintas jalan. Pelayanan Kantor SAMSAT Palembang II dan sentra-sentra layanan SAMSAT akan kembali dibuka dan melayani wajib pajak kendaraan bermotor pada Rabu, 27 Desember 2017.

Baca juga :  SMAN 1 Palembang Sabet Anugerah Adiwiyata Nasional dari KLHK

“Kita ingatkan kembali dan himbau kembali kepada seluruh wajib untuk kiranya dapat melaksanakan pembayaran pajak kendaraan bermotor pada tanggal dimaksud,” katanya.

Dia juga meminta untuk mengecek jatuh tempo Surat ketetapan Pajak Daerah kendaraan bermotornya jika jatuh tempo pada saat libur bersama itu agar segera dibayarkan pada saat seluruh Samsat dibuka kembali. Tujuannya untuk menghindari denda pajak kendaraan.

“Karena jika masayarakat lewat jatuh tempo pajak kendaraannya, berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2011 dikenakan sanksi denda sebesar 25 persen,” tukasnya. Rip

Baca juga :  Monitoring Transmigran Asal Yogyakarta, Wagub DIY Sambangi Pemprov Sumsel

 


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita