oleh

448 JCH Kloter 5 Embarkasi Palembang Menuju Ke Tanah Suci

Kolom:Peristiwa|17 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Sebanyak 448 jamaah calon haji (JCH) Kloter 5 Embarkasi Palembang akan meninggalkan Bandara SMB II Palembang menuju Madinah, Selasa (24/07) dinihari, pukul 02.30 WIB.

Jamaah asal Palembang dan OKU Timur ini telah dilepas Kakanwil Kemenag Sumsel HM. Alfajri Zabidi di Aula Asrama Haji Palembang, Senin (23/7) malam, pukul 23.00 WIB.

Kakanwil ditemui usai acara pelepasan menjelaskan, Kloter 5 hanya diisi 448 JCH disebabkan ada dua jamaah tidak bisa berangkat menuju Tanah Suci. Satu meninggal sebelum masuk Asrama Haji Palembang dan satu lagi ditunda karena alasan pribadi.

Baca juga :  Soal Lahan UIN Raden Fatah, Gubernur Sumsel Anjurkan Ini

“Sama seperti di kloter-kloter sebelumnya, di kloter 5 juga ada banyak jamaah yang masuk kategori resiko tinggi, baik karena usia maupun penyakit, di mana jumlahnya mencapai 342 orang. Ada juga 13 jamaah uzur yang mesti dibawa dengan bantuan kursi roda. Kita doakan saja semoga mereka bisa menjalani rangkaian ibadah dengan baik selama di Tanah Suci,” tutur Fajri.

Kepada para jamaah, Fajri berpesan agar kiranya dapat menjaga kesehatan dan kekompakan. Juga memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk beribadah.

“Tidak semua orang mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji. Karenanya, jangan sia-siakan kesempatan ini,” pesannya.

Baca juga :  Kanwil DJP : KOrupsi Merupakan Penghiantan Terhadap Negara

Sementara itu, Humas PPIH Embarkasi Palembang, H. Saefudin menambahkan, saat ini jamaah Embarkasi Palembang yang sudah berada di Tanah Suci, tepatnya Madinah, berjumlah 1.791 orang, termasuk 20 petugas. Mereka akan berada di sana selama lebih kurang delapan hari, sebelum mulai bergerak menuju Makkah.

“Berziarah ke Madinah sebenarnya bukan termasuk dalam rangkaian kegiatan ibadah haji. Sebab semua kegiatan ibadah haji mengambil tempat di Makkah dan sekitarnya, mulai dari Thawaf, Sai, Wukuf, bermalam maupun melempar jumrah. Tidak ada satu aktivitas pun yang mengambil tempat di Madinah,” jelasnya.

Baca juga :  Hadiri Rakor di Kementerian PANRB, Ini Kata Sekda Sumsel

Untuk jamaah Indonesia, lanjut Saefudin, jamaah haji biasanya dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama diterbangkan ke Madinah dulu baru Makkah, sedangkan gelobang kedua ke Makkah dulu baru ke Madinah.

“Selama delapan hari di Madinah, jamaah haji biasa melakukan Shalat Arbain (40 waktu) di Masjid Nabawi. Jamaah juga dapat berziarah ke tempat-tempat bersejarah seperti Masjid Quba, masjid yang pertama didirikan Nabi Muhammad SAW, Masjid Qiblatain, dan Makam Rasulullah SAW. Mereka juga dapat berziarah ke Makam Baqi dan Bukit Uhud,” tukas Saefudin. Rip


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita