oleh

Coba Baca dan Lihat STNK Anda, Ini Kegunaan SWDKLLJ

Kolom:Peristiwa|43 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Pernah mendengar atau membaca SWDKLLJ? coba masyarakat cermati STNK kendaraan, dimana saat membayar pajak kendaraan otomatis masyarakat akan dikenai biaya SWDKLLJ. Terus SWDKLLJ apakah itu dan kegunaannya untuk apa?.

Kepanjangan SWDKLLJ adalah Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Dengan membayar SWDKLLJ berarti masyarakat melakukan gotong royong dan membantu korban kecelakaan lalulintas yang dikelola oleh perusahaan BUMN bernama Jasa Raharja.

“Besarnya tarif SWDKLLJ tergantung dari tipe kendaraan. Untuk motor berkapasitas mesin 50 cc sampai 250 cc akan dikenai tarif Rp35 ribu. Sedang untuk jenis sedan, jip dan lain-lain sebesar Rp143 ribu,” ujar Herryandi Sinulingga Ap selaku Kepala UPT Bapenda Prov Sumsel Palembang II, Rabu (08/11).

Baca juga :  Atasi Karhutla di OKI, Ratusan Personil Gabungan Diterjunkan

Ditambah Kepala Jasa Raharja Cabang Sumsel Taufik Adnan, kegunaan yang didapat dari SWDKLLJ yakni memperoleh perlindungan dasar bila terjadi kecelakaan jalan raya yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor. Besarnya santunan yang diperoleh oleh Jasa Raharja berdasar pada Ketetapan Menteri Keuangan RI No 15/PMK. 010/2017 dan 16/PMK. 010/2017 tanggal 13 Februari 2017 adalah:

– Meninggal Dunia, sebesar Rp50 juta
– Cacat (Maksimal), sebesar Rp50 juta
– Biaya Rawat (Maksimal), sebesar Rp20 juta
– Biaya Penguburan, sebesar Rp2 juta

Bagaimana caranya dapatkan santunan?

1. Laporan Kepolisian mngenai peristiwa kecelakaan lalu Menghubungi kantor Jasa Raharja terdekat.

2. Mngisi formulir pngajuan santunan dgn melengkapi, surat keterangan kesehatan dari dokter, KTP/jati diri korban/ahli waris korban).

Baca juga :  Tingkatkan Pendapatan Keluarga Dengan Manfaatkan Momentum Asian Games 2018

3. Jika korban luka2 jadi dilampirkan kwitansi biaya perawatan & pengobatan yang asli sedang jika meninggal dunia jadi dibutuhkan Kartu Keluarga atau Surat Nikah.

4. Hak santunan jadi tidak berlaku bila mengajukan lebih dari 6 bulan. sejak mulai terjadinya musibah atau tak diakukan penagihan kurun waktu 3 bln, sejak mulai hak santunan di setujui oleh Jasa Raharja.

“Kaitanya dengan alat angkutan umum darat santunan ini diberikan tidak cuma pada seseorang/pengemudi tapi juga berlaku pada berapa penumpang yang turut jadi korban kecelakaan,” jelas dia.

Jadi, sambungnya, masyarakat harus tahu hak kita apabila menjadi korban kecelakaan lalulintas jalan dan alat penumpang umum dan jangan pernah terlambat memprosesnya. Terjadi kenaikan santunan dari ketentuan sebelumnya, bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI No.15 dan 16 /PMK.10/2017 Tanggal 13 Februari 2017.

Baca juga :  DPD Pospera Sumsel Adakan Diskusi Tentang BUMDes

Meninggal dunia (ahli waris) naik dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta, cacat tetap naik dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta, biaya perawatan luka-luka maksimal naik dari Rp10 juta menjadi Rp20 juta, penggantian biaya P3K dari tidak ada menjadi Rp1 juta, penggantian biaya ambulan dari tidak ada menjadi Rp500 ribu, biaya penguburan (jika tidak ada ahli waris) naik dari Rp2 juta menjadi Rp l4 juta.

“Untuk itu, kita semua wajib tahu karena ada haknya,” tukas dia. Rip


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita