oleh

8.188 Jamaah Debarkasi Palembang Kembali ke Tanah Air

Kolom:Peristiwa|2 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Sebanyak 136 jamaah haji kelompok terbang atau kloter 19 debarkasi Palembang mendarat di Bandara SMB II Palembang, Senin Malam (24/09). Kedatangan kloter 19 menandai berakhirnya proses pemulangan jamaah haji debarkasi Palembang musim haji 1439 H/2018 M.

Kakanwil Kemenag Sumsel diwakili Plt. Kabag Tata Usaha H. Muhammad Ali menjelaskan, pada musim haji tahun ini embarkasi/debarkasi Palembang memberangkatkan 8.207 jamaah dengan rincian 7.045 asal Sumsel, 1.067 asal Bangka Belitung, dan 95 petugas kloter. Dari jumlah yang berangkat ke Tanah Suci, total jamaah yang kembali ke Tanah Air berjumlah 8.188 jamaah dengan rincian 7.028 asal Sumsel, 1.065 asal Babel, dan 95 petugas kloter.

Baca juga :  Kemiskinan Bangsa Perlu Penanganan Sistemik

“Ada 16 jamaah kita yang meninggal di Arab Saudi dengan rincian 14 asal Sumsel dan dua orang asal provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu, masih ada tiga jamaah kita yang hingga saat ini dirawat di Tanah Suci. Mereka adalah Rusmiati Ahmad (72) asal Muba di RS An Nur Mekkah, Rahma Lantang Adam (39) dari KBIH Muzdalifah di RSAS Madinah, dan Untung Cokro Semito (76) asal Prabumulih di RS King Faisal Mekkah. Kita doakan mereka segera sembuh dan bisa cepat pulang kembali ke Tanah Air,” tuturnya.

Ia menambahkan, secara umum proses pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji tahun ini sudah berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan hanya ada sedikit keterlambatan kedatangan yang disebabkan kendala cuaca dan teknis di Arab Saudi.

Baca juga :  Antisipasi Lonjakan Penumpang Saat Mudik, Pelabuhan TAA Tambah Armada Kapal

“Dalam kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, mulai dari bidang kesehatan, pihak penerbangan, pihak keamanan dari TNI dan Polri, pihak imigrasi, pihak Asrama Haji Sumsel, panitia debarkasi, panitia daerah, dan tentunya keluarga jamaah yang telah bekerjasama dengan baik. Sehingga proses pemberangkatan dan pemulangan dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI), H. Syamsul Ma’arif yang memantau proses pemulangan jamaah kloter 19 di debarkasi Palembang mengakui bahwa embarkasi/debarkasi Palembang telah memberikan pelayanan terbaik dari sisi fasilitas kepada para jamaah. Ada beberapa keunggulan yang dimiliki embarkasi/debarkasi Palembang di banding embarkasi-embarkasi lainnya.

Baca juga :  Nilai - Nilai Pancasila Harus Ditanamkan Sejak Dini.

“Di sini ada replika ka’bah ukuran sebenarnya, lintasan sai, tempat melempar jumroh, dan mock up pesawat. Semua ini dapat dimanfaatkan untuk tempat latihan bagi calon jamaah haji,” tutupnya.

Meski begitu, dia meminta kepada PPIH embarkasi/debarkasi Palembang untuk ke depan lebih memperhatikan persoalan pembinaan manasik kepada para jamaah.

“Pelayanan dari sisi fasilitas memang kita akui semakin meningkat dan baik. Namun untuk pembinaan manasik, mari kita lebih perhatikan lagi. Sebab masih banyak jamaah haji Indonesia yang belum benar-benar memahami rukun dan wajib haji. Ini menjadi tugas dan kerja kita bersama,” tukasnya. Rip


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita