oleh

Aksi GMNI Di Kementrian ESDM Tuntut Freeport

Kolom:Peristiwa|55 kali dilihat

NuansaKita – Jakarta : Ratusan Orang yang tergabung Dalam GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) melakukan Aksi di kantor Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral). Melakukan aksi pada pukul 14.00 Wib dengan aksi ini di suguhi juga teatrikal yang mengambarkan bagaimana perampasan sumber daya alam yang dilakukan PT. Freeport Indonesia.  Jumat (24/02/2017).

Aksi ini dipimpin oleh PRESIDIUM GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA (GMNI) Ketua Chrisman Damanik dan Sekretaris Jendral Pius A. Bria yang dalam tuntutan nya mereka menegaskan Lahirnya Negara Indonesia adalah bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur sesuai dengan amanat pembukaan UUD 1945, demikian Pula dengan kekayaan alam yang tekandung dalam wilayah Indonesia harus dimanfaat sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945. Pemerintah Indonesia telah mengusahakan terwujudnya keadilan sosial pada bidang Mineral dan batubara dengan hadirnya UU Minerba no 9 tahun 2009 dan yang terbaru hadirnya PP 1 tahun 2017 sebagai dasar hukumnya.

Baca juga :  Puluhan Pramuka Tuntut Transparansi Bantuan Dana Hibah

Chrisman menambahkan, Berdaulat pada bidang politik, Berdikari pada bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang budaya yang tertuang pada TRISAKTI konsepsi Bung Karno merupaka hal mutlak yang harus diwujudkan bagi semua elemen bangsa. Akan tetapi Keberadaan PT. Freeport Indonesia, khususnya kepastian sumberdaya (resource) dan cadangan (reserve) seluruh mineral yang terkandung (bukan hanya tembaga-nya) telah memberikan kerugian sangat besar selama 50 tahun beroprasinya yang jelas mencederai TRISAKTI. Keberadaan tersebut makin bertambah buruk ketika PT Freeport Indonesia bersikap arogan dan semena-mena dengan tidak mau mengikuti aturan yang berlaku dan mengancam pemerintah di Indonesia.

Baca juga :  Pemprov Sumsel Siagakan Personel Gabungan Tanggulangi Bencana

GMNI menyatakan, Dengan melihat kondisi tersebut, Kami Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) untuk memperbaiki kedaulatan rakyat dan serta mewujudkan keadilan sosial mendukung pemerintah Republik Indonesia dalam menghadapi PT. FREEPORT INDONESIA, sikap dan kebijakan serta regulasi yang telah dibuat adalah tepat dan benar, oleh karenanya kami dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut yakni:
– Mendukung penuh pemerintah atas sikap, kebijakan dan regulasi pemerintah terhadap PT Freeport Indonesia dan meminta agar pemerintah untuk tetap melaksanakan regulasi dan kebijakan sesuai dengan UU dan Peraturan yang telah dibuat;

– Apabila PT Freeport Indonesia tidak tunduk dan patuh terhadap peraturan dan kebijakan yang berlaku saat ini, maka meminta Presiden RI untuk menghentikan hubungan kerjasama apapun dengan PT Freeport Indonesia;

Baca juga :  "Go Patratura" Nasabah Bank Sampah Bisa Langsung Cek Saldo Tersimpan

– Meminta Presiden untuk melaksanakan TRISAKTI.

– Meminta pemerintah untuk mengambil alih Seluruh Aset-aset yang dikuasai asing yang merugikan rakyat Indonesia;

Mereka di terima Hadi M. Djuraid staff Khusus Bidang Komunikasi ESDM dan mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh GMNI serta akan melakukan komunikasi dan diskusi lebih lanjut terkait SDA di Indonesia.

GMNI menyatakan, Freeport Indonesia harus memenuhi penjabaran UU No.09 Tahun 2009 dengan PP 01 Tahun 2017 dimana Perubahan dari KK (kontrak karya) dan IUP, melakukan hilirisasi dengan membuat semelter serta melakukan divestasi 51 persen, tutup Chrisman Damanik.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita