oleh

Alex Noerdin Paparkan Raperda APBD 2017

Kolom:Ekonomi, Peristiwa|2 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menyampaikan penjelasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan, kamis (10/11) di ruang rapat paripurna DPRD Sumatera Selatan.

Dalam penjelasannya Gubernur Alex Noerdin mengatakan bahwa tahun 2017 merupakan tahun keempat dari lima tahun pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Selatan tahun 2013-2018.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Selatan tahun 2017 yaitu percepatan dan perluasan hilirisasi industri, dan pengembangan pariwisata berstandar internasional, sejalan dengan tema rencana kerja pemerintah tahun 2017 yaitu mempercepat pembangunan infrastruktur dan ekonomi untuk meningkatkan kesempatan kerja serta mengurangi kemiskinan dan kesenjangan antar wilayah. Papar Alex

Baca juga :  Presiden Jokowi Restui Pabrik Ban Berdiri di Sumsel

Keberhasilan pencapaian sasaran utama dan prioritas pembangunan nasional menurut Alex sangat tergantung pada sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, yang dituangkan dalam rencana kerja masing-masing pemerintah daerah.

Dalam tiga tahun terakhir ini dalam upaya mewujudkan target RPJMD, pemerintah provinsi telah berupaya semaksimal mungkin melaksanakan pembangunan yang berkesinambungan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat di provinsi Sumatera Selatan, dengan memanfaatkan seluruh potensi sumber daya dan dana. Ungkapnya

“Dengan dukungan pimpinan dan anggota DPRD yang terhormat, kita bersama-sama bergandengan tangan dengan erat menghadapi semua tantangan dan permasalahan yang dihadapi. Harap Alex kepada sleuruh peserta Sidang Paripurna XX DPRD Provinsi Sumatera Selatan.

Baca juga :  Menteri Pertanian Tunjuk Sumsel Jadi Pilot Project Program Selamatkan Rawa

Menurut Alex, Permasalahan pendapatan yang kita hadapi saat ini sebagai akibat dari penurunan target dana perimbangan/transfer dari pemerintah pusat dan tertundanya penyaluran sebagian dana tersebut, sebagai akibat tidak tercapainya target pendapatan pemerintah karena pengaruh kondisi/krisis ekonomi global.

Karena hal itu maka berdampak pula terhadap roda perekonomian di provinsi Sumatera Selatan, yaitu dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 125/PMK.07/2016 tentang Penundaan Penyaluran Sebagian Dana Alokasi Umum tahun anggaran 2016, yang menunda penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) pemerintah provinsi selama empat bulan yang dimulai bulan September sampai dengan bulan Desember 2016 sebesar Rp. 193.996.091.596,00 atau Rp. 48.499.022.899,00/bulan.

Hal itu juga, dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 66 tahun 2016 tentang Rincian APBN tahun anggaran 2016, dimana terjadi penurunan target dana perimbangan provinsi Sumatera Selatan tahun 2016 sebesar Rp. 473 miliar. Tambah Alex

Baca juga :  Ratusan Pedagang Tolak Revitalisasi Pasar Cinde

Alex Noerdin juga menjelaskan komposisi angggaran belanja daerah tahun anggaran 2017 mengedepankan urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar terutama di bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat serta sosial.

Disamping itu, pemerintah provinsi juga mengalokasikan bantuan keuangan kepada pemerintah Kabupaten/Kota untuk sharing program berobat gratis dan pengeluaran pembiayaan yang akan digunakan untuk penyertaan modal kepada BUMD, pembayaran utang dana bagi hasil pajak provinsi kepada Kabupaten/Kota tahun 2015 dan 2016 serta pembayaran utang kepada pihak rekanan tahun anggaran 2016. Jelasnya, (sibawaihi).


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita