oleh

Antisipasi Kekurangan SDM hingga Sarana dan Prasarana, PBK dan SatpolPP Digabung

Kolom:Peristiwa|1 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Berdasarkan nomenklatur Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 serta PP 18 Tahun 2016 tentang nomenklatur maka Dinas Pemadam Kebakaran dan Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) digabung menjadi satu.

Sekretaris SatpolPP Sumsel, Leni menjelaskan, tujuannya sendiri adalah untuk mengantisipasi kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana.

“Sebanyak 11 kabupaten/kota di Sumsel yang PBK nya digabung dengan SatpolPP,” ucap Leni, Selasa (06/02).

Lalu, lanjut dia lagi, ada sekitar enam kabupaten/kota yang saat ini terpisah. Menurut dia, untuk 6 kabupaten yang terpisah antara PBK dan juga Satpol PP yakni, Kota Palembang, Empat Lawang, Muara Enim, Penungkal Abad Lematang Ilir (PALI), Ogan Komering Ulu (OKU) dan Pagaralam.

Baca juga :  Pejabat Sementara Walikota Pagaralam Akhirnya Dijabat Musni Wijaya

Terpisahnya PBK dan juga Satpol PP dikarenakan SDM-nya sudah mencukupi. Dirinya juga mencontohkan, misalnya untuk eselonnya sudah cukup sehingga dapat mengisi setiap bagian di dinas tersebut.

“Kemungkinan kabupaten yang PBK dan SatpolPP nya bergabung ini masih kekurangan pejabat eselon untuk melengkapi setiap jabatan di dinas tersebut,” tambahnya.

Untuk Provinsi Sumsel sendiri, katanya, memang saat ini SatpolPP dan PBK bergabung, namun fungsinya sebagai pemetaan saja.

“Berdasarkan pemetaan ada sembilan daerah yang termasuk dalam rawan terjadinya kebakaran,” tukasnya. Rip

Baca juga :  Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN RF dan Dispora Sumsel Kompak Berantas Narkoba

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita