oleh

Armansyah : Sampah Sistem Kue Lapis

Kolom:Budaya, Peristiwa|70 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Jumlah sampah yang semakin menumpuk di kota Palembang membuat Armansyah selaku Kasi Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang berpikir membuat sistem pengolahan sampah yang baik, bagaimana menata sampah agar lebih teratur dan tidak menumpuk, senin (10/10). hal ini disampaikannya dalam seminar tentang sampah di hotel.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sampah-sampah yang ada di pasar tradisional itu akan diangkut pada malam hari, mulai pukul 19.00 wib sampai selesai agar tidak mengganggu aktifitas pasar. Jadi setiap pasar itu ada tempat-tempat sampah yang dikumpulkan.

Baca juga :  Mawardi Yahya : Semua Harus Bersinergi Cegah Korupsi

Dari sana akan diteruskan diangkut dengan mobil dinas kebersihan, dan dilanjutkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sekarang ini, transportasi hanya 70% yang tersedia jadi penanganan sampah ini agak lamban, jelasnya.

Sekarang, sedang di jalankan program Sanitasi Lensir yang merupakan sampah jadi sistem kue lapis. Ketika di pembuangan akhir, sampah akan dimasukkan ke dalam lubang, dan akan ditimbun menggunakan tanah, dan selanjutnya akan seperti itu ketika sampah datang lagi akan diratakan menggunakan tanah, program ini telah berjalan di Sukawinatan. selanjutnya, sampah organik yang telah ditimbun akan menjadi gas metan, yang akan dijadikan pembangkit listrik tenaga sampah, (desta).

Baca juga :  Sumsel Mantapkan Diri Jadi Penyuplai Listrik Andalan se-Sumatera

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita