oleh

Asian Games 2018 Chef Diharapkan Tampilkan Menu Lokal

Kolom:Budaya, Peristiwa|41 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Chef di Sumatera Selatan punya peran strategis dalam menyukseskan Asian Games 2018 nanti. Sebab, selain dituntut menyiapkan menu yang memuaskan bagi para tamu dari luarnegeri, para chef juga diharapkan mampu menyajikan menu makan lokal dengan berbagai modifikasi.

Hal itu disampaikan oleh Asisten Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Ahmad Najib saat menghadiri acara pelantikan Badan Pengurus Daerah (BPD) Indonesian Chef Association (ICA) Sumatera Selatan di Hotel Santika, malam (25/11).

Ahmad Najib mengatakan bahwa industri pariwisata dan usaha perhotelan terus berkembang maka itu harus didukung oleh keberadaan chef yang terorganisir.

Pariwisata berkembang, hotel berkembang, Chef ini perannya sangat strategis apalagi kita akan menjadi tuan rumah asian games, di palembang hotel-hotel tumbuh tentu membutuhkan chef. Ujarnya

Menurutnya Chef yang kuat tentunya ada wadah, supaya mereka dari setiap hotel bisa sama-sama memberikan warna masing-masing, menunya, apakah promosi menu lokal dan sebagainya.

Ahamad Najib mengatakan bahwa Gubernur mengapresiasi keberadaan ICA di Sumatera Selatan. Pemerintah dalam hal ini, memberikan penghargaan yang cukup tinggi, semoga nanti ICA ini dapat berperan lebih baik lagi, kedepan lebih meningkat lagi,” Ujarnya.

Baca juga :  Alex Noerdin : Kondisi Sumsel Yang Aman, Modal Utama Menjadi Tuan Rumah Asian Games

Akan tetapi menurut Najib dalam mensukseskan Asian Games para chef harus kreatif. Ini yang paling penting supaya nanti tamu-tamu kita yang datang dari luar itu melihat menu kita tidak kalah, bahwa Palembang ini bisa menyajikan menu-menu internasional menggunakan menu-menu lokal.

Dia juga berharap hotel-hotel juga bisa menyajikan menu secara reguler misalnya hari senin bisa menampilkan pempek, tekwan, selasa misalnya laksan celimpungan, rabu misalnya dengan mie celor dan sebagainya itu bisa dimodifikasi menu-menu lokal kita.

Sementara itu ketua umum ICA, Henry Alexie Bloem, menjelaskan ICA adalah asosiasi chef Indonesia, merupakan gabungan organisasi chef dari daerah yang terbentuk tahun 2007 di Bandung, tepatnya tanggal 25 Januari 2007. “ICA sebenarnya peleburan dari beberapa asosiasi chef yang ada di provinsi Indonesia, jaman itu masih 17 provinsi,” Ungkapnya

Baca juga :  Masyarakat OKI Diimbau Hidupkan Kembali Lahan Tidur dengan Biaya Pemerintah 

Jadi sebelum 2007 itu asosiasi chef kita di Indonesia itu beda-beda namanya ada asosiasi Jawa Barat, Bali sendiri, Jawa Tengah, Medan, Manado. Imbuh Henry

Henry menceritakan, pada 2003 kita pernah ketemu di Semarang, gatheringlah chef se Jawa Bali jaman itu sekitar seratusan orang. Kemudian dari 2003 itu, malam itu saya sendiri yang menyarankan, yok kita meleburlah, karena kalau kita tengok kenegara lain mereka kan sudah bagus sekali, Seperti Singapore, Malaysia.

Kita nggak usah ngomong di eropa atau di amerika, di Asean saja mereka sudah sangat kuat sekali tapi kita di Indonesia jaman itu kita masih beda-beda nama, belum mewakili Indonesia.

Nah, dari 2003 kita bicara baru terlaksana di 2006 akhir tahun itu, sekitar bulan Novemberlah mulai ada pembentukan panitia segala macam, terlaksana di 2007, Januari tanggal 25 terbentuklah Indonesian Assosiacion Chef Indonesia (ICA). Jadi peleburan dari beberapa nama yang ada di Indonesia jaman itu. Kemudian kita asosiasi non profit hingga saat ini.

Baca juga :  Serah Terima Jabatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Selatan

“Visi misi kita mengangkat harkat martabat chef-chef di Indonesia, kedua mengangkat, mempromosikan, melestarikan, khazanah kuliner Indonesia. Itu visi misi kita yang paling basic sekali. Pekerjaan kita, menjadi hobi kita, sebenarnya di chef ini, jadi kita total berbuat untuk bangsa dan negara ini,” Pungkas Henry yang akrab dipanggil Bloem ini.

Selain itu ketua BPD ICA Sumatera Selatan, Sapto Pratikto, setelah dilantik akan segera melakukan perapian pengurus BPD ICA Sumatera Selatan.

Tindakan pertama adalah kita nanti akan membentuk kepengurusan secara utuh, karena sekarang kita dalam waktu dekat diminta untuk mengirimkan daftar pengurus ke ICA pusat, karena notabene pengurus yang lama sudah nggak eksis lagi, dinyatakan sudah habis masa bakti.

Jadi kita diberi waktu dua minggu setelah kepengurusan sekarang ini, kita dilantik disini, sehabis dilantik kita akan menyusun program kerja, Janjinya. (Sibawaihi)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita