oleh

Asian Games 2018 Semakin Dekat, Sumsel Lebih Giat Antisipasi Karhutla

Kolom:Peristiwa|12 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Berkaca pada pengalaman  pada tahun 2015 dimana provinsi Sumsel mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyebabkan kabut asap melanda provinsi Sumsel. Pada tahun 2016 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil mengurangi titik api sebesar 99,87 persen dari tahun sebelumnya.

Keberhasilan provinsi  Sumsel dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2016 lalu patut diacungi jempol. Namun pada tahun 2017, Sumsel memiliki tugas lebih besar lagi untuk mempertahankan keberhasilan tersebut.

Apalagi pada 2018 mendatang akan menjadi tuan rumah perhelatan akbar Asian Games, tentu saja persiapan harus dilakukan secara matang, bukan saja dari segi infrastruktur tetapi juga pencegahan Karhutla dan Zero kabut asap.

Baca juga :  Komisi X DPR RI Pastikan Persiapan Asian Games di Sumsel Capai 100 Persen

Staf khusus Gubernur Sumsel bidang perubahan iklim, Najib Asmani mengungkapkan saat ini Sumsel terus menggiatkan pencegahan karhutla, salah satunya dengan memasang alat pendeteksi kadar air di lahan gambut berupa water logger.

Najib mengatakan bahwa pemerintah provinsi (pemprov) Sumsel telah menempatkan 8 titik  water logger, yang terdapat di kabupaten Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI)

“Kita sudah mempersiapkan embung-embung  yang daerah rawan, selain itu kita juga pakai kamera terbang untuk memantau titik api,” jelas dia disela kegiatan Focus group discussion (FGD) manajemen terpadu lahan gambut melalui pedekatan 3R (Restorasi Hidrologi, Revegetasi dan Revitalisasi Penghidupan Masyarakat) di hotel Aston, Jumat (24/02).

Baca juga :  Datangi Ombudsman, Masyarakat Laporkan Dugaan Maladministrasi Penyalahgunaan Wewenang

Kedepannya, Najib mengungkapkan akan ada penambahan water logger dan kamera pantau bagi daerah yang memang menjadi prioritas restorasi lahan gambut. “Rencananya kita akan bekeejasama dengan pihak swasta untuk menambah kamera pantau di Air Sugihan,” ungkapnya.

Selain itu, Pemprov Sumsel juga telah menyiapkan pos pantau titik api serta desa peduli asap.

“Kita siapkan tim patroli dan melibatkan masyarakat, satgas dan menyiapkan satelit pantau. Kita juga mengevakuasi desa peduli apu, apa yang mereka butuhkan,” tuturnya.

Dijelaskannya,  bahwa ada instruksi dari Presiden Joko Widodo untuk daerah gambut yang tinggi agar dibuatkan kanal dan embung.

Baca juga :  Peletakan Batu Pertama Masjid Haji Djapri, Ishak Minta Pembangunan Ini Harus Memberikan Kontribusi yang Besar

“Fokus kita masih  di Muba sama OKI dengan membuat sekat dan kanal, targetnya ditahun 2017 ada  1500 unit rekat kanal dan embung dan masih menunggu anggaran APBN 2016,”tukasnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita