oleh

Balitbangda Sumsel Gelar Rakor Penguatan Inovasi Berbasis Research

Kolom:Peristiwa|4 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sumatera Selatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) ke-Litbangan 2017 sebagai bentuk partisipasi dalam penguatan inovasi daerah berbasis research guna menunjang kegiatan pembangunan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Rakorda yang di ikuti oleh SKPD, akademisi dan asosiasi peneliti serta lembaga terkait ini, mengambil tema “Penguatan Inovasi Berbasis Research And Development (R&D) dalam upaya mewujudkan kemandirian dan daya saing daerah” serta berlangsung di Aula Kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (22/03).

Kepala Balitbangda Sumsel, Ir Lukitariati M.Si saat pembukaan dalam laporannya mengatakan, Lembaga penelitian dan pengembangan daerah merupakan salah satu unsur kelembagaan yang berfungsi untuk menumbuhkembangkan kemampuan pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan bertanggung jawab mencari berbagai invensi dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta menggali potensi pendayaagunaannya yang pada akhirnya akan tumbuh berbagai inovasi teknologi.

Baca juga :  Kasus Positif Covid-19 di Sumsel Meningkat Drastis

“Pada akhirnya diharapkan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Untuk itu dibutuhkan adanya pusat-pusat inovasi di tiap-tiap daerah sebagai perwujudan termanfaatkannya inovasi teknologi,” harapnya.

Selain itu Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Drs. Joko Imam Sentosa MM, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ir. Lukitariati M.Si menyampaikan fakta bahwa negara yang melesat pesat kemajuannya dalam peningkatan  daya saing adalah negara-negara yang menata proses inovasi dalam suatu sistem inovasi nasional dan Sistem Inovasi Daerah.

“Jepang dijuluki sebagai “surga inovasi”. Namun demikian, keunggulan Jepang dalam teknologi modern tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses yang panjang dimulai pada abad ke 19 dengan menerapkan sisten inovasi dengan cara efektif,” paparnya.

Baca juga :  CISC Sumsel Periode 2018-2023 Resmi Dilantik

Kemudian lanjutnya, China sedikit demi sedikit menyusul Jepang. Dalam tiga dekade terakhir, agenda para pemegang kebijakan teknologi di China adalah membangun kemampuan inovasi melalui penciptaan Iptek. “Seperti Jepang, China juga berhasil mengintegrasikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan industri terkait,” tambahnya.

Selain kedua negara tersebut dia juga mengatakan bahwa saat ini Korea Selatan dijuluki sebagai salah satu macan asia hal itu menurutnya karena peran lembaga penggodok  sistem inovasi nasional Korea Selatan sebagai kontributor besar dalam perkembangan ekonomi Korea Selatan.

Baca juga :  OSO Sosialisasi Empat Pilar di UIN Raden Fatah Palembang

Selanjutnya Sekda mengungkapkan, dengan keunggulan komparatif Sumatera Selatan yang cukup berlimpah seperti batu bara, karet, kelapa sawit, kopi, kelapa, buah dan juga produk tradisional khas Sumatera Selatan (pangan, papan, dan sandang).

“Semua sumberdaya tersebut menurutnya harus ditingkatkan menjadi keunggulan kompetitif melalui peningkatan daya saing. Artinya, diperlukan sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek),” pungkasnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita