oleh

BKIPM Dukung Pempek Asal Palembang Agar Mendunia

Kolom:Peristiwa|1 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan fokus dalam peningkatan ekspor perikanan baik ekspor produk olahan maupun ekspor ikan hidup khususnya kebeberapa negara mitra dan negara tujuan lainnya.
Kabid Harmonisasi dan Penanganan Kasus Pengendalian Mutu, Sri Anggoro, menuturkan kini terdapat sebanyak 38 negara mitra yang sudah menjalin kerjasama dengan Indonesia dan negara tujuan lainnya.
“Dalam ekspor produk perikanan kita dengan negara mitra telah menyepakati suatu sistem kesetaraan dalam hal jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan perikanan,” kata dia saat menjadi narasumber beberapa waktu lalu, di Aula Kantor SKIPM Palembang.
Menurutnya, di depan pengusaha pempek dan kerupuk yang hadir serta pejabat pemerintahan yang hadir dari Dinas Kelautan dan Perikanan serta Perdagangan Provinsi Sumsel, memang dalam proses ekspor ada regulasi yang harus dipenuhi oleh pengekspor.
“Kami selaku otoritas kompeten ekspor perikanan siap membantu melalui sertifikasi HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) yang merupakan salah satu syarat ekspor. Di Palembang banyak potensi ekspor yang bisa menjadi andalan seperti kerupuk dan pempek,” jelasnya.
Untuk sertifikasi HACCP dapat diterbitkan setelah Sertifikasi Kelayakan Pengolahan sehingga perlu dukungan pemerintah daerah. Setelah SKP selesai setelah kami akan inspeksi dan sertifikat HACCP dapat diterbitkan.
“Setelah itu bapak/ibu bisa ekspor kapanpun dan kemanapun serta kami siap membantu menerbitkan HC selaku dokumen penyertaan ekspor paling lama 1 jam setelah bapak/ibu bermohon untuk ekspor,” tegasnya.
Dukungan ini merupakan bentuk nyata akan peluang ekspor produk olahan ikan dari Palembang yang besar sehingga Pempek bisa mendunia.
Ketua Assosiasi Pempek Palembang (ASSPEK) dan pemilik usaha pempek Cek Molek, Yenni, mengatakan selaku ASSPEK mengucapkan terimakasih telah diberi kesempatan hadir dan berharap program yang digagas seperti ini oleh BKIPM terus diadakan.
“Kita mohon bimbingan kepada SKIPM Palembang dan pemerintah daerah  bisa memperluas pangsa pasar ekspor kami ke negara tujuan yang kedepannya dengan sertifkasi HACCP pada usaha kami bisa memberikan nilai jual lebih terhadap produk yang kami hasilkan,” tambahnya.
Terpisah, Kepala SKIPM Palembang, Sugeng Prayogo, menjelaskan tujuan kegiatan ini memang untuk menjaring permasalahan ekspor produk olahan ikan di Palembang dan mencari solusinya sehingga terjadi peningkatan ekspor produk perikanan yang berimbas pada peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, naiknya pendapatan daerah dan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kedepannya kami akan mengundang kembali bapak/ibu agar kita segera bisa ekspor Pempek dan Kemplang sesuai aturan dan persyaratan negara tujuan.
Semoga pempek Palembang segera mendunia seperti cita-cita kita bersama,” tukas dia. Rip
Baca juga :  IPM Palembang Lantik Muda Taruna Melati

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita