oleh

BPJS Luncurkan Terobosan Baru Mobile Screening

Kolom:Peristiwa|21 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Memasuk bulan kedua di tahun 2017, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melakukan terobosan baru dalam melayani peserta JKN-KIS dengan meluncurkan layanan mobile screening, fitur pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile untuk mengelola resiko penyakit-penyakit kronis sejak dini.

Fitur pada aplikasi yang dapat di unduh di Google Play Store ini memungkingkan peserta BPJS Kesehatan mendeteksi resiko penyakit kronis dengan mudah. Peserta cukup menjawab 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta dan pola makan. Hasil screening dapat langsung diketahui disaat seluruh pertanyaan dijawab.

Baca juga :  Yansuri Ditetapkan Sebagai Plt Ketua DPRD Sumsel

“Penggunaan fitur ini mudah sekali, kapan pun dan dimanapun peserta berada mereka bisa tahu resiko penyakit sebelum semakin parah,” ujar Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Palembang, Diah Sofiawati, usai Launching dan Sosialisasi Mobile Screening di Palembang, Rabu (01/02).

Setelah mengetahui riwayat kesehatannya, peserta JKN-KIS yang memiliki resiko rendah disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan berolahraga rutin minimal 30 menit setiap hari. Sementara bagi peserta yang terdeteksi memiliki potensi sedang  dan tinggi diabetes melitus akan memperoleh tindak lanjut serta melakukan pengecekan gula darah puasa dan gula darah post prandial.

Baca juga :  Astra Motor Sumsel Pinjamkan 50 Unit New Honda PCX Selama Asian Games

“Jika peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi ketiga penyakit lain (hipertensi, ginjal kronik dan jantung koroner), maka disarankan untuk berkonsultasi ke FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama-red) tempatnya terdaftar untuk langkah lebih lanjut,” bebernya.

BPJS Kesehatan Palembang telah bekerjasama dengan tiga laboratorium masing-masing BBLK, Prodia dan Paramita untuk melayani screening sekunder melalui pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan penyakit yang mungkin diderita sekaligus sebagai dasar pemeriksaan medis di Faskes Primer.

Diakui Diah, inovasi ini memberikan keuntungan bagi peserta JKN-KIS dengan mengetahui resiko kesehatannya sehingga pengelolaa resiko semakin cepat dilakukan. Tidak hanya itu, data yang masuk dari setiap fitur yang digunakan juga membantu BPJS Kesehatan dalam memetakan kondisi resiko kesehatan JKN-KIS disetiap wilayah.

Baca juga :  Awal 2017, Pemprov Sumsel Rombak Pejabat Struktural

“Untuk peserta yang belum dapat mengakses fitur ini dapat juga melakukan pendeteksian resiko penyakit secara manual. Mereka dapat langsung mengisi formulir yang kami sediakan,” singkatnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita