oleh

BPK RI Terus Pantau Kasus Penyimpangan Bansos Sumsel

Kolom:Hukum, Peristiwa|0 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis menegaskan, pihaknya masih terus memantau kasus penyimpangan dana Bantuan Sosial (Bansos) Sumsel. Meksipun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan dua tersangka berinisial “I” dan” LT” yang memegang jabatan penting di Pemprov Sumsel.

Dijelaskannya, dana Bansos yang menguap dari total 1,4 triliun tersebut, baru bisa diaudit BPK jika jumlahnya melebihi dari 3 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD) Sumsel.

“Kalau APBD Sumsel 7 triliun dan 3 persennya 21 miliar, apakah dana bansos yang diselewengkan melebihi jumlah 3 persen? Itu yang masih kita selidiki,” ujarnya di sela seminar transparantasi keuangan di Akademik Center UIN Raden Fatah Palembang, Senin (7/11).

Baca juga :  Hari Pertama Kerja, Sekda Sumsel Nasrun Lakukan Sidak

Jika ternyata dana Bansos yang menguap itu lebih dari 21 miliar, pihaknya berjanji akan meneruskan temuan tersebut ke KPK, untuk kemudian hasilnya diserahkan kepada aparat penegak hukum agar diproses.

Dirinya mengungkapkan, proses investigasi terkait rincian dana itu masih dilakukan di Sumsel. Pun jika ada pihak lain yang terindikasi turut menyelewengkan dana Bansos tersebut.

“Tapi hasilnya tidak dapat dipublikasikan dulu. Itu namanya informasi pro justitia dan tidak bisa diiformasikan. Pokoknya kalau ketemu, nanti kita serahkan kepada aparat penegak hukum,” tegasnya. (juwita)

Baca juga :  7 Juni, Perjalanan LRT Sumsel Menjadi 58 Kali

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita