oleh

Buka Simposium Pediatric, Gubernur Sumsel Ikut Cek Jantung

Kolom:Peristiwa|13 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Meski sudah memasuki akhir pekan, Gubernur Sumsel Herman Deru tetap semangat menjalani rutinitasnya menghadiri sejumlah agenda yang cukup padat. Seperti Sabtu (06/04), ia menyempatkan diri membuka Simposium Pediatric Cardology Update ke 7, di Ballroom Hotel Novotel Palembang.
Di hadapan ratusan peserta yang hadir, mantan Bupati OKU Timur itu sempat menyemangati para dokter khususnya dokter spesialis anak untuk tetap semangat melayani masyarakat Sumsel di tengah berbagai keterbatasan yang ada.
Tak hanya membuka acara secara resmi, ia bahkan sempat berkeliling stand yang ada di sebelah ruang digelarnya Simposium. Di beberapa stand, Gubernur sempat mampir berbelanja kain hingga ikut menjajal alat periksa kesehatan jantung dari salah satu peserta pameran.
Menurut Deru mengatakan, gelaran simposium ini adalah berkah tersendiri bagi Sumsel terutama Palembang. Karena dengan simposium ini nama Palembang akan semakin dikenal.
Terkait dengan simposium itu, ia mengatakan sangat mengapresiasi kinerja para dokter terutama dokter anak menyikapi berbagai penyakit jantung anak.
“Bukan hanya fasilitasnya yang terbatas tapi sarananya juga terbatas dan saya apresiasi sekali para Dokter ini tetap bisa melakukan tugasnya melayani,” jelasnya.
Di Sumsel ini, jelasnya ada swkitar 500 dokter spesialis anak. Jumlah tersebut untuk menjangkau wilayah Sumsel yang merupakan pulau paling luas di Sumatera. Hanya saja penyebaran dokter tersebut cenderung kurang merata.
Dia menambahkan, mengabdikan diri di daerah pelosok adalah tantangan profesi yang memang harus dihadapi para dokter. Semoga dengan keterbatasan itu para pelayan maayarakat ini masih bisa mengatasi keterbatasan.
“Saya sudah imbau Bupati dan Walikota agar perhatikan juga nasib para dokter jni. Jangan sampai BPJS nya terlambat dan lain-lain. Sering saya ingatkan itu agar profesi ini mendapat penghargaan tersendiri dari pemerintah,” ujarnya.
Deru juga mengatakan kesehatan jantung anak memang sudah menjadi perhatian pihaknya kareba mereka adalag aset generasi penerus bangsa. Pendeeita sakit jantun tidak hanya diderita orang dewasa tapi juga anak-anak. Kelainan jantung bawaan dari kehamilan sudah semestinya dicegah  karena dapat menimbukkan cacat atau kelainan jantung bawaan.
“Perlu ada tindakan preventif melalui sosialisasi dan advokasi kepada ibu hamil karena ini lebih baik daripada tindakan kuratif atau pengobatan. Di samping itu peelu dipikirkan juga kecukuoan Dokter spesialis anak, konsuktan kardiologi anak,” jelasnya.
Pelayanan kesehatan yang diberikan menurutnya harus secara utuh karena itu ia juga meminta masyarakat berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. “Tidak ada kendala biaya beeobat ke fasilitas pelahanan kesehata  karena masyarakat kita jamin kesehatannya melaluinProgram Jaminan Kesehatab Nasionak-Kartu Indonesia Sehat,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Acara Simposium Pediatric Cardiology Update ke-7 dr Ria Nova SpAK mengatakan bahwa simposium kali ini mengangkat tema The role of pediatrician in pedriatic cardiac care with limited resources. Kegiatan ini diikuti sebanyak 342 peserta.
Dijelaskannya kegiatan ini digelar rutin  karena pelayanan jantung anak harus diperluas dan diupdate setiap waktu. Sehingga dengan pelayanan kesehatan yang terbatas kelainan jantung pada bayi dan anak bisa diketahui lebih awal sehingga dapat merujuk lebih cepat dan penanganan akan jauh lebih tepat.
“Kami sangat berterimakasih acara ini bisa terselwnggara atas dukungan banyak pihak termasuk pembicara dari Malaysia. Juga teman-teman dari Kalimantan sampai Papua,” tukasnya. Rip
Baca juga :  Presiden Jokowi Restui Pabrik Ban Berdiri di Sumsel

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita