oleh

Butuh Rp. 1,2 Triliun Untuk Mempercantik Kota Palembang

Kolom:Peristiwa|51 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Jelang perhelatan Asian Games 2018, kondisi kota Palembang dinilai belum sedap dipandang karena masih banyak kawasan kumuh yang tersebar di bebarapa titik. Tercatat, ada sekitar 57 titik kawasan kumuh di kota Palembang 38 titik di kabupaten kota di Sumsel.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin, butuh dana Tp 1,2 triliun untuk mengubah wajah kota Palembang, karena akan menjadi pusat perhatian dunia pada perhelatan Asian Games dua tahun mendatang.

“Perlu ada perombakan di kota Palembang yaitu menghilangkan kawasan kumuh, kebersihan dan tata kota, sungai, instalasi pengolahan air limbah dan macam-macam,” jelasnya usai penandatangan kesepakatan program pembebasan kawasan kumuh bersama Kemen PUPR di Jakabaring, Senin (3/9).

Baca juga :  Atasi Karhutla di OKI, Ratusan Personil Gabungan Diterjunkan

Untuk saat ini lanjutnya, Pemprov Sumsel sudah mendapatkan dana sebesar itu, di antaranya berasal dari kas daerah sendiri atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Women PUPR) dan pihak swasta.

Untuk investor swasta pada program ini, rencananya merupakan perusahaan asal Australia yang bergerak di bidang pembangunan dan perumahan.

“Dan mereka sudah menyatakan minat berinvestasi di Sumsel,” imbuhnya.

Pada kesempatan sama, Dirjen Cipta Jarya Kemen PUPR RI, Srihartoyo mengungkapkan, pemerintah pusat ikut menyumbang seperempat atau sekitar Rp 300 miliar dari total seluruh anggaran yang dibutuhkan.

“Kita hanya mendorong Palembang yang ingin berbenah menuju Asian Games. Soal pelaksanaan, tentu diserahkan kepada Pemprov dan kontraktor,” katanya.

Baca juga :  Kemenag Sumsel Qurban 15 Ekor Sapi

Sementara, Walikota Palembang H Harnojoyo mengungkapkan akan dilaksanakan bertahap dan Pemkot Palembang akan mendahulukan pengolahan limbah yang berkontribusi besar terhadap pencemaran sungai.

Untuk bedah pemukiman kumuh yang sebagian besar terletak di pinggir sungai Musi dan sungai Bendung, juga akan segera dibereskan secara bertahap.

“Pencemaran sungai dan rumah kumuh ini saling berkaitan karena masyarakat di pinggiran sungai sering buang sampah ke sungai. Hasil dari septic tank pun langsung ke sungai,” ungkapnya.

Salah satu ikon kota Palembang yakni sungai Musi masuk dalam daftar perusak pemandangan kota Palembang karena tampak keruh dan tidak layak mengalir di kota ini.

Baca juga :  Alex Noerdin Ajak Semua Pihak Cegah Karhutla

“Bagi masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai musi diimbau. Untuk tidak membuang limba secara langsung ke sungai, nantinya kita akan adakan penyedotan rutin 2 bulan sekali untuk penyedotan jabangan agar masyarakat tidak lagi mencemari sungai musi,”katanya.

Terkait pemukiman kumuh yang terdapat disungai musi dalam hal ini Austaralia memberikan bantuan untuk pengolahan intalasi pengolahan limba (INPAL), bantuan dana hiba dari Australi sebesar 500 Milyard yang di perkirakan menggunakan anggran sebesar 1,2 Triliun.

Karena beberapa pertimbangan itulah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan berinisiatif menghilangkan segala penyebab kumuh dan mengajak pemerintah pusat maupun swasta untuk membenahi Palembang agar tertata rapi dan sedap dipandang.(juwita)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita