oleh

Dandim Letkol. Inf. Ferdi Prastyono :Terorisme Jangan Berkembang di Indonesia

Kolom:Headline, Peristiwa|16 kali dilihat

Nuansakita-Palembang : Sekitar 250 orang mengikuti acara sosialisasi anti terorisme dan radikalisme yang diadakan oleh Kesatuan Bangsa dan politik (Kesbangpol) yang bekerja sama dengan Pemerintah kota (Pemkot) Palembang di ruang rapat Paramaweswara Setda kota Palembang, Rabu (23/11).

Letkol. Inf. Ferdi Prastyono, selaku Dandim 0418 kota Palembang dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa terorisme dan radikalisme merupakan masalah yang sangat penting untuk segera diberantas dan dicegah jangan sampai bisa berkembang di Indonesia. Salah satu ancaman terorisme yang paling berbahaya adalah Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dimana paham radikal yang ekstrim, fanatik, dan fundamental itu yang disebarkan sebagai idelogi yang berbahaya dan dapat menghancurkan NKRI.

Baca juga :  Mantapkan Komitmen Pelayanan, BPJS Kesehatan Lakukan Koordinasi Dengan Rumah Sakit

Maka dari itu, Ferdi menghimbau untuk masyarakat jangan mudah terpengaruh oleh ideologi yang salah dan melenceng dari ajaran pancasila. Banyak cara ISIS untuk merekrut anggotanya, salah satunya dengan cara iming-iming uang US 50 $ perhari, mengajak beribadah jihad dengan melakukan pengeboman, dengan menyerang pemikiran di sosial media, tegasnya.

Dari pihak aparat TNI, Polri, maupun masyarakat haruslah bekerjasama dan bergotong royong bersatu untuk memproteksi supaya tidak terpengaruh terhadap paham yang bertolak belakang dengan ideologi Pancasila kita ini. TNI haruslah melakukan penguasaan wilayah untuk membangun pembinaan perlawanan rakyat untuk mengcounter paham radikal, dan mengetahui daerah miskin yang rentan terhadap provokasi, imbuhnya.

Baca juga :  Sumsel Masuk Kategori Perencanaan dan Pencapaian Terbaik Tingkat Provinsi se-Indonesia

Hal yang sama diungkapkan oleh Ahmad Sofyan dari Polresta Palembang, bahwa agenda propaganda terorisme bisa dengan cara apa saja, misalkan dari internet, program wisata, melanjutkan pendidikan ke luar negeri, maupun diskusi-diskusi dengan penganut paham ekstrim.

Akar masalah dari mudahnya terpengaruh dengan paham radikal ini adalah ketidakadilan, ketidakpuasan, kesenjangan sosial, kemiskinan, dan lain sebagainya.

Pola penanggulangan dari pihak kepolisian dengan cara soft approach, yakni edukasi dan sosialisasi. Dimulai dari media cetak, elektronik, lingkungan sosial harus bersinergi secara kuat membuat program dan terobosan yang menyentuh sendi-sendi kehidupan seperti diskusi rutin
Ditambahkan, untuk sosialisasi edukasi bisa dibuka di damailahIndonesiaku.com, jalandamai.org, dan website BNPT.go.id, tutupnya. (Desta)

Baca juga :  Snack Ikan Bandeng Ala TP PKK Sumsel Sabet Juara 3 Nasional

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita