oleh

Digemari Tiongkok & Thailand, Dalam Sehari Kelapa Sumsel Diekspor 60 Kontainer

Kolom:Peristiwa|38 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Kelapa bulat tanpa sabut di Sumatera Selatan kini makin digemari negara-negara luar. Komoditi tersebut saat ini juga diekspor ke Negara Tiongkok dan Thailand. Bahkan untuk ekspor sendiri ke dua negara tersebut bisa mencapai 60 kontainer.

“Rata-rata pengiriman ekspor kelapa Sumsel ke dua negara ini sehari mencapai 60 kontainer. Kondisi ini mencatat nilai ekspor kelapa sudah hampir menyentuh Rp1 triliun,“ ungkap Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel Agus Yusdiantoro, Kamis (2/11).

Dijelaskannya, kontribusi kelapa bulat ke pasar ekspor terus menunjukan peningkatan yang cukup signifikan. Saat ini saja Tiongkok dan Thailand merupakan negara yang paling menggemari kelapa bulat ini.

Baca juga :  Herman Deru Yakin Sriwijaya Run Masuk Kalender Olahraga Nasional

Menurutnya, kelapa bulat yang diekspor diproduksi untuk berbagai makanan olahan dan produk kerajinan. Komoditi ini memang memiliki banyak manfaat, selain dikelola menjadi santan, minyak, campuran kosmetik, batoknya tersebut dapat dijadikan arang dan lainnya.

“Pertumbuhan yang positif ini juga ditopang dengan adanya pasar ekspor baru, yakni ke Thailand. Sebelumnya, ekspor kelapa tersebut hanya menuju Tiongkok,” ujar dia.

Ditambahkannya, daerah penghasil kelapa ini disumbang dari Kabupaten Banyuasin. Tapi tidak menutup kemungkinan kedepan produksi kelapa juga akan diikuti sejumlah kabupeten/kota lainya, mengingat komoditas ini kini cukup diminati pasar dunia.

Baca juga :  Penanganan Covid-19 Sumsel Tetap Diupdate Secara ‘Online’ Bareng Awak Media

Agus mengatakan, sebagai upaya memaksimalkan potensi pemasukan bea ekspor kepada negara, sosialisasi kepada petani maupun asosiasi kelapa yang ada terus dilakukannya. Salah satunya terkait peningkatan kualitas atas barang ekspor itu sendiri.

“Kami juga bekerjasama dengan badan karantina tanaman untuk mengedukasi cara meningkatkan kualitas kelapa ekspor, seperti dengan metode fumigasi, sehingga kelapa yang akan diekspor lebih tahan terhadap hama,” tuturnya. Rip


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita