oleh

Ditargetkan Hutang Pembangunan LRT Lunas tahun 2020

Kolom:Peristiwa|8 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Meskipun anggaran proyek Light Rail Transit (LRT) di Palembang yang diperkirakan sebelumnya menyerap dana APBN sebesar Rp 12 triliun turun menjadi 10,9 triliun, namun untuk penyelesaian dan pelunasan terhadap Waskita Karya selaku pelaksana proyek diperkirakan akan selesai di tahun 2020.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menegaskan, proyek LRT tersebut didanai dengan sistem multiyears, sehingga untuk melakukan pelunasan bisa dilakukan dalam jangka waktu 4 tahun.

“Tahun 2016 lalu proyek LRT ini dimulai meskipun dengan biaya yang relatif masih sedikit sekitar Rp 350 miliar. Namun, untuk tahun 2017 ini, kita masukan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun, tahun depan Rp 4 triliun. Dan total Rp 10,9 triliun mungkin akan terselesaikan sebagian besar di tahun 2018-2019, dan kemungkinan kecil akan selesai di tahun 2020, ucapnya saat diwawancarai disela meninjau proyek LRT di zona 5 Jakabaring, Rabu (24/5).

Baca juga :  Gubernur Sumsel saat menghadiri Syukuran Grand Opening Hotel Santika Premiere.

Menurut Sri Mulyani, meskipun menggunakan sistem multiyears yang membuat Waskita Karya harus melakukan pinjaman ke pihak lain untuk pendanaan proyek LRT, dirinya menegaskan akan melunasi dan membayarkan bunga yang dibebankan ke pihak Waskita Karya.

“Waskita Karya tentu dalam hal ini untuk bisa mendeliver atau menyelesaikan proyeknya lebih cepat, harus meminjam uangnya kedepan. Nanti kita hitung biaya bunganya, karen dia harus meminjam 2 tahun lebih cepat dari kemampuan APBN untuk membayar, jadi kita akan membayar keseluruhan proyeknya plus biaya bunga karena dia meminjam lebih dulu,” kata dia.

Baca juga :  Gubernur Ingatkan Jangan Semena-mena Mengelola Lahan Gambut

Menteri Keuangan Sri mulyani juga mengapresiasi Menteri Perhubungan atas review yang dilakukan, sehingga penyerapan anggaran proyek LRT menjadi efisien.

“Adanya efisiensi biaya proyek bisa itu sangat mmbantu negara. Namun yg paling penting, kita ternyata bisa mmbangun proyek dengan biaya yang efisien dengan kualitas yang baik dan bisa menciptakan kesempatan kerja kepada masyarakat, itu suatu yang luar biasa,” ungkapnya.

Dijelaskan juga, untuk pengawasan anggaran dalam proyek LRT, Sri mulyani menegaskan sepenuhnya merupakan tanggung jawab Menteri Perhubungan.

Baca juga :  Kanker Payudara Dapat di Antisipasi Sejak Dini

“Dari sisi konsep keuangan negara, pengawasan penggunaan anggaran merupakan tanggung jawab dari kuasa pengguna anggaran. Jadi dalam hal ini kalau anggaran sudah dialokasikan kepada Kementerian Perhubungan, maka pengawasan ada di Menteri Perhubungan bersama aparat, termasuk aparat pengawasan internal,” tutupnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita