oleh

Dorong Sumsel Religius, Wisata Religi di Palembang Ini Dibuka Lagi

Kolom:Peristiwa|17 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Keseriusan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru untuk menjadikan Sumsel menjadi daerah yang lebih religius terus terlihat.  Guna mendorong upaya tersebut, Gubernur Deru, akhirnya membuka kembali Bayt Al-Qur’an Al Akbar yang berada di Jalan M Amin Fauzi, Kelurahan Suak Bujang, Kecamatan Gandus, Palrmbang, Sabtu (18/07).
Selain mendorong Sumsel menjadi daerah religius, pembukaan kembali Bayt Al-Qur’an Al Akbar tersebut tentu akan mendongkrak pertumbuhan pariwisata khususnya pariwisata religi di Sumsel di tengah wabah covid-19 saat ini.
“Wisata religi Al-Qur’an Al Akbar ini memang harus di buka kembali. Tapi harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Deru.
Menurutnya, Bayt Al-Qur’an Al Akbar merupakan pusat wisata religi yang edukatif untuk masyarakat. Oleh sebab itu, peningkatan Bayt Al-Qur’an Al Akbar harus terus dilakukan agar masyarakat bisa terus menikmati seni religi yang sangat luar biasa tersebut.
“Ini wahana edukatif dan religi. Tentu harus terus dikembangkan untuk keberlangsungannya. Pemprov Sumsel sendiri akan mendukung keberlangsungannya,” paparnya.
Tidak hanya itu, dirinya juga akan kembali membuka seluruh pesantren di Sumsel yang sempat diliburkan sementara akibat merebaknya wabah covid-19.
“Setelah ini kita akan buka kembali pesantren di Sumsel yang jumlahnya ratusan secara serentak,” bebernya.
Namun, lanjutnya, saat ini dirinya masih melihat kesiapan pesantren tersebut. Termasuk kesiapan dalam menerapkan protokol kesehatan.
“Kita juga tidak mau kegiatan belajar mengajar itu terhenti. Jangan sampai penerua bangsa ini buta aksara Al-Qur’an. Tentu protokol kesehatannya harus siap juga. Kita harus waspada namun tetap jangan berlebihan,” terangnya.
Sementara itu, Inisiator dan Pembuat Bayt Al-Quran Al Akbar, Syofwatillah Mohzaib mengatakan, dibukanya kembali Bayt Al-Qur’an Al Akbar tersebut langkah awal untuk membuat Sumsel kembali bangkit di tengan pandemi ini.
“Selama kurang lebih empat bulan Bayt Al-Qur’an ini kita tutup. Alhamdulillah hari ini dibuka kembali. Pandemi Ini merupakan tantangan untuk kita. Kita harus semangat. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal untuk Sumsel kembali bangkit,” tuturnya.
Dia menjelaskan, melalui Bayt Al-Qur’an Al Akbar, pihaknya juga tentu akan mendorong program yang telah dicanangkan Pemprov Sumsel khususnya dalam bidang keagamaan seperti program satu desa satu rumah tahfidz.
“Bukan hanya kita, jaringan santri Indonesia yang berada di Sumsel juga akan mendukung program yang tengah di jalankan Pemprov Sumsel,” tukas dia. Rip
Baca juga :  Gubernur Libatkan Mahasiswa Atasi Karhutla di Sumsel

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita