oleh

Eliza Alex : Rajin-rajin Najur, Agek Ado Bae Yang Keno.

Kolom:Peristiwa|8 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Pemerintah provinsi Sumatera Selatan, melalui Dinas sosial dan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) secara simbolis memberikan bantuan kepada masyarakat kelurahan Karang Jaya, Gandus dalam program bedah kampung. Kamis (15/9).

Dijelaskan kepala Dinas Sosial Sumsel, Apriyadi, program bedah kampung tersebut bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan menciptakan kesehatan lingkungan pemukiman keluarga kurang mampu diwujudkan dalam program bedah kampung.

Apriyadi mengatakan program bedah kampung berbeda dengan bedah rumah, karena bedah kampung berpusat pada satu titik. “Sebetulnya ini program rehabilitasi rumah tidak layak huni tetapi masyarakat lebih familiar dengan bedah kampung dan bedah rumah, tetapi intinya sama saja,” tutupnya

Dalam program tersebut, ada 25 rumah masyarakat kelurahan Karang jaya yang dibedah, satu diantaranya murni dipilih dan diberikan bantuan oleh TP PKK Sumsel.

Baca juga :  Walikota Palembang, Harnojoyo Padamkan Kebakaran

Dikatakan Apriyadi, kedepannya Dinas Sosial dan TP PKK Sumsel akan bekerjsama dan berusaha mencari dana agar program ini terlaksana secara terus menerus dan bisa menyentuh ke daerah yang lain.

Selain itu, ia juga mengharapkan program bedah kampung ini bisa menggugah pemimpin di daerah dan para pengusaha, karena TP PKK saja mampu turut andil dalam mengentaskan kemiskinan apalagi pihak yang mampu lainnya.

“Ini momentum untuk memancing dan membangkitkan semangat pihak lain agar bisa membantu masyarakat kurang mampu dan kita pilih lokasi ini karena kita amati memang banyak kondisi yang layak dibantu,” ungkap Apriyadi.

Baca juga :  Lelang Sitaan Ditjen Pajak Sepi Peminat

Sementara, Ketua tim penggerak PKK Sumsel, H. Eliza Alex mengungkapkan jika ditelusuri ke lapangan, memang masih banyak rumah yang tak layak huni, “Padahal baru di kota Palembang saja, belum di daerah lain, oleh sebab itu kalau hanya dari pemerintah provinsi tidak akan tertanggulangi,” ungkapnya.

Menurutnya, program bedah kampung merupakan awal yang sangat baik agar kedepannya semua pihak termotivasi untuk bekerjasama dan besinergi mencari cara dan dana untuk menanggulangi kemiskinan yang ada di Sumsel dengan cara rajin usaha, seperti membuat proposal untuk diajukan dengan BUMN, BUMS serta pengusaha dan pihak luar. “Kalo kato wong, rajin-rajin najur agek ado bae yang keno,” kata dia.

Baca juga :  Tambah 30 Orang Positif Corona di Sumsel, Totalnya Kini Mencapai 84 Kasus

Selain itu, sambung Eliza, program tersebut sebagai langkah untuk membuka mata semua pihak agar berbuat banyak terhadap masyarakat yang masih banyak membutuhkan bantuan. “Sebelumnya Kita telah mendorong setiap kepala daerah agar lebih memperhatikan masyarakat yang membutuhkan, tetapi mungkin belum maksimal karena keadaan ini (kemiskinan) semakin bertambah,” ujarnya.

Oleh karena itu, Eliza mengaharapkan program bedah kalo terus dilakukan secaea kontinue dan reguler terus menerus. “Karena jika tidak dipikirkan dan dilakukan hanyak beberapa kali dan stop maka akan bertambah lagi,” urainya.

Diungkapkan Eliza, Sebelumnya TP PKK Sumsel sudah melaksanakan program bedah rumah namun tidak sebesar program pemerintah provinsi dikarenakan anggaran yang terbatas.(juwita).


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita