oleh

Emi Yati Merasa Kecewa Dengan Penanganan Kasus Penganiayaannya

Kolom:Hukum, Peristiwa|1 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Sungguh malang nasib yang dialami Emi Yati (30) warga Jalur 8 Jembatan III Rt 17 Desa Salek Mukti Kecamatan Air Salek Kabupaten Banyuasin yang mengalami kasus penganiayaan oleh tetangganya sendiri.

Emi beserta suami telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian, namun yang membuat dirinya kecewa penanganan dari pihak kepolisian terkesan lamban. Oleh karena itu ia mengadakan jumpa pers, sabtu (15/10).

Emi Yati menceritakan awal kejadian penganiayaan terhadapnya pada tanggal 20 September 2016 lalu, saat itu Ia sedang mengendarai sepeda motor bersama tetangganya, tiba tiba motornya dihadang oleh ‘D’ dan seketika Emi Yati dan temannya dipukul ‘D’

Baca juga :  Jaga Keharmonisan, Pemprov Sumsel Siap Dukung Perayaan Imlek Bersama Maret Nanti

“Dia (‘D’) sering main ke rumah, dan pernah meminjam uang pada saya tetapi tidak pernah dikembalikan. Sebelum kejadiannya Dia akan meminjam uang lagi kepada saya tapi tidak saya beri karena itu ia menjadi marah,” Emi menceritakan.

Diceritakan Emi, motornya dihadang dan mukanya dipukul ‘D’ tepat di bagian mata sebelah kanan hingga menyebabkan memar dan membuat penglihatannya menjadi buram.

“Saya langsung lapor polisi dengan tanda bukti Nomor : STPL/B-2/I/IX/2016/Sumsel/BA/Sek MKTJ tanggal 20 September 2016. Setelah dua minggu kemudian yakni tanggal 7 Oktober 2016 saya datang untuk menanyakan proses hukum ternyata baru di periksa tetapi anehnya surat pemeriksaan saya bukan tertanggal 07 Oktober tetapi tanggal 24 September seperti saat tanggal saya diperiksa,” urainya.

Baca juga :  Total Pasien Covid-19 di Sumsel yang Sembuh Sudah 3 Orang

Ditambahkannya, ketika akan membaca berita acara pemeriksaan dan hasil visum, petugas mengatakan kepadanya tanda tangani saja tidak perlu dibaca lagi. Terlebih lagi, salah seorang petugas mengatakan bila ini tidak terbukti maka ia akan dijadikan sebagai tersangka.

“Tersangka ‘D’ itu rumahnya didepan rumah, sering menunjukkan sikap yang mengintimidasi saya, dengan cara membunyikan motornya keras-keras yang membuat saya trauma,” tutupnya.

Sementara itu Kapolsek Makarti Jaya, Iptu Pol.Makmun N ketika dihubungi enggan memberikan komentar bila tidak bertemu langsung dengan awak media. (juwita).

Baca juga :  Wagub Sumsel Bantah IPM Sumsel di Bawah Angka Standar

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita