oleh

FKUB Harus Terus Menjaga Kerukunan Umat

Kolom:Peristiwa|12 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Wakil Gubernur provinsi Sumatera Selatan, H. Ishak Mekki meminta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk menjaga situasi dan kondisi  Sumsel agar tetap aman dan saling menjaga kerukunan.

Apalagi, beberapa waktu yang lalu ketua umum FKUB Sumsel, Buya Tohlon Abdul Rauf baru saja meninggal. Oleh karena itulah, orang nomor dua di Sumsel ini berharap agar FKUB tetap kompak dalam mengayomi kerukunan umat beragama.

“Yang mana kita ketahui bahwa Ketua FKUB baru saja meninggal,  perlu dirapatkan dan  dimusyawarahkan bagaimana untuk program-program kedepan karena kerukunan umat beragama ini sangat penting,” tegas dia.

Baca juga :  Guru Honorer Se-Kota Palembang Hadiri Sosialisasi Asian Games

Menurutnya, FKUB memiliki tugas untuk mencegah  hal-hal yang negatif agar  tidak terjadi keributan dan perperangan antar umat beragama. “Jadi sejak dini harus dicegah ini tugas FKUB,  yang selama ini sudah berhasil menjalankan tugasnya,  jangan sampai setelah Buya Tohlon Abdu Rauf meninggal ini tidak terkoordinir,” ucap Ishak, usai menghadiri rapat koordinasi lintas agama yang digelar oleh FKUB Sumsel di Auditorium Graha Bina Praja provinsi Sumsel, Selasa (28/02).

Lebih lanjut,Ishak Mekki mengatakan bahwa kerukunan umat beragama merupakan hal yang sangat penting dan harus dijaga bersama. Di Sumsel, sambungnya, kerukunan umat beragama menjadi prioritas yang selalu dijaga Pemprov Sumsel. Terbukti sampai saat ini tidak pernah terjadi kerusuhan antar etnis dan umat beragama di Sumsel. Sehingga Sumsel dipercaya sebagai tuan rumah event internasional Asian Games.

Baca juga :  Program Kemanusiaan PMI Butuh Dukungan

Sementara itu,  Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sumsel, H Ahmad Nasuhi menyampaikan, FKUB diharapkan bia membantu tugas pemerintah dari kejahatan kriminal dan lainnya dan  mendukung program pemerintah dalam mensukseskan Asian Games 2018. “Semoga apa yang kita inginkan untuk Sumsel gemilang dapat  terwujud,” harapnya.

Dalam rakor tersebut  diikuti oleh seluruh tokoh lintas agama, diantaranya Kabag Kesra se-Sumsel, Ikatan FKUB Sumsel, Forum Pesantren Sumsel, KAHMI Sumsel dan HMI Sumsel. Kemudian PHDI Sumsel, Keuskupan Agung Sumsel, Persatuan Pemuda Gereja dan lainnya.

Baca juga :  Tinjau Check Point, Gubernur Sumsel Pastikan Pelanggaran PSBB di Palembang Turun

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita