oleh

Forpess Pagaralam Akan Kembangkan Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz

Kolom:Peristiwa|5 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Gubernur Sumsel, Herman Deru menerima Perwakilan Forum Pondok Pesantren Pagaralam dalam rangka silaturahmi di ruang kerja Gubernur Sumael, Selasa (04/08).
Sesuai dengan program HD-MY 1 Desa 1 Rumah Tahfidz, perwakilan forum ponpes ini datang untuk bersilaturahmi serta memberi tahu bahwa dari Kota Pagaralam program tersebut sudah berjalan dengan sangat baik serta mendukung penuh program yang berkaitan dengan pesantren.
“Mewakili Forum Ponpes Pagaralam beberapa hari lalu pada 15 Juli 2020, kami selaku pemimpin ponpes menyampaikan bahwa di Pagaralam sudah sangat aktif menjalankan program pak gubernur dan harapannya dapat dikembangkan kembali.” ujar Ustad Muhaemin selaku Ketua Forum Ponpes Pagaralam.
Sejauh ini sudah ada 15 pondok pesantren yang ada di Pagaralam dan 8 diantaranya sudah menjalankan program rumah tahfidz.
Sementara itu, Gubernur Herman Deru menyambut baik kedatangan para perwakilan forum pondok pesantren dari kota Pagaralam. Dia menilai berkembangnya Ponpes dna rumah tahfidz sangat baik untuk menjadikan kekuatan bagi umat muslim.
“Alhamdulillah kerinduan kita untuk dapat bertatap muka hari ini terlaksana dan mendapatkan obat dengan bertemu setelah 4 bulan kita masih mengahadapi pandemi covid. Terimakasih atas silaturahmi ini, apa yang disampaikan terkait perkembangan ponpes saya sambut baik, bahwa ponpes di sumsel ini merupakan langkah baik yang dimana ada sinergi positif hingga dapat memanfaatkan sinergi dari energi yang akan menjadi kekuatan umat,” ujar dia.
Ia menjelaskan kembali bahwa Ponpes di Sumsel sudah terdaftar di kesbangpol yang tujuannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang dimana sebenarnya program ini akan terjalan apabila kegiatan belajar mengajar sudah terjadi.
“Pondok pesantren di Sumsel ini sudah terdaftar di Kesbangpol yang tujuannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta sebenarnya program ini dapat berjalan jika kegiatan belajar mengajar sudah terjalan maka baru gubernur memfasilitasi ponpes tersebut,” katanya.
Dirinya juga mengatakan bahwa esensi dari program satu desa satu rumah tahfidz ini agar dapat mengurangi buta aksara Alquran di Sumsel.
“Sejujurnya esensi dari program yang saya jalankan ini untuk mengurangi buta aksara Alquran. Saya tidak ingin masyarakat disini buta akan Alquran serta menjadikan para masyarakat sumsel bukan sekedar memiliki pengetahuan yang tinggi namun menjadikan masyarakat yang berakhlak,” tukas dia.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel akan memfasilitasi setiap pondok pesantren yang akan menjalankan program satu desa satu rumah tahfidz. Rip
Baca juga :  Pemprov Ingin MXGP Menjadi Event Tahunan di Provinsi Sumsel

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita