oleh

FPI Bubarkan Pengobatan Gratis Massal

Kolom:Peristiwa|1 kali dilihat

NuansaKita – Jakarta : Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Basuki –Djarot kembali menghadapi tindak kekerasan ketika melakukan kampanye. Kali ini dilakukan oleh sekelompok orang yang menggunakan atribut dan bendera keagamaan tertentu.

Hal tersebut dikatakan Ribka Ciptaning dalam releasenya. Dalam kelompok tersebut beberapa diantaranya menggunakan topi bertuliskan FPI, mereka menghentikan paksa bhakti sosial berupa pengobatan gratis massal yang dilakukan Baguna (Badan Penanggulangan Bencana) DPP PDI Perjuangan di Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, (16/1).

Berikut Kronologis penghentian paksa pengobatan gratis yang dilakukan Baguna ( Badan Penanggulangan Bencana) DPP PDI Perjuangan di Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora.
09.00 -12.00 : Baguna menggelar pengobatan gratis, kegiatan langsung dipimpin Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana , dr Ribka Tjiptaning P AAK. Kegiatan ini dilakukan rutin dan berkeliling di wilayah DKI, dan merupakan perintah langsung dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.

Baca juga :  Terbiasa Dengan Cuaca Panas Di Palembang, Jepang Sabet Juara Hari Pertama ASTC

12.00 – 12.15 : bapak Djarot Saiful Hidayat sebagai pasangan calon Wakil Gubernur DKI meninjau lokasi pengobatan gratis, didampingi Ribka Tjiptaning dan Irene (Anggota DPR RI Komisi I Fraksi PDI Perjuangan).

12.15 – 14.00 : Bapak Djarot meninggalkan tempat acara pengobatan gratis menuju Kecamatan lain, untuk melanjutkan kampanye dengan mengunjungi acara kawinan salah satu warga. Seluruh aparat Kepolisian mengikuti rombongan Pak Djarot. Tempat pengobatan gratis hanya dijaga dua Polisi dan dua anggota Bawaslu. Sekelompok massa dengan atribut dan bendera agama tertentu melakukan aksi mengecam acara pengobatan gratis. Mereka berteriak Baguna PDI P Kafir. Mereka juga meminta agar pengobatan segera dibubarkan. Tidak perlu berobat ke Baguna karena sudah ada Puskesmas. Awalnya teriakan dan berangsur menggunakan cara kekerasan. Mobil-mobil Baguna yang di parkir mulai ditendangi. Massa juga memaksa Ribka Tjiptaning dan Irene (keduanya anggota DPR RI) untuk membuka baju kotak-kotak yang dikenakannya saat itu. Kedua anggota DPR RI ini menolak melepas baju kotak-kotak. Dua Polisi dan dua anggota Bawaslu tidak bisa berbuat apa-apa dan membiarkan tindakan anarkis sekelompok orang yang menentang acara pengobatan gratis itu.

Baca juga :  Kaum Milenial Sumsel Tak Boleh Takut Berkompetisi

14.00-14.30 : Ribka Tjiptaning memutuskan pengobatan gratis yang dilakukan Baguna DPP PDI Perjuangan untuk diakhiri karena tidak ada jaminan keamanan dan menghindari jatuhnya korban warga setempat, walau masih banyak warga yang sedang antri untuk diperiksa dan mendapat obat.

Atas kejadian ini, Ribka Tjiptaning, selaku Ketua Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan akan melaporkan ke Bawaslu melalui Ketua Bidang Hukum DPP PDI Perjuangan, yang di Ketuai Trimedya Panjaitan. Agar kejadian ini diproses sesuai dengan ketentuan hukum.

Baca juga :  Forpess Pagaralam Akan Kembangkan Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita