oleh

Gandeng Ulama, BI Gelar Sosialisasi Uang Baru

Kolom:Peristiwa|18 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Untuk mensosialisasikan uang rupiah baru emisi 2016, Bank Indonesia (BI)  melakukan  silaturahmi dan dialog interaktif dengan Ulama dan Ormas Islam se- Sumsel yang mengusung  tema Sosialisasi Uang Rupiah Baru Emisi 2016 di Ballroom Hotel Daira Palembang, Senin (6/2).

Kegiatan yang dibuka langsung, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Joko Imam Sentosa, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, Prof KH Aflatun Muchtar, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumsel, Dr KH Burlian Abdullah, Kepala Divisi BI, M Seto Pranoto dan Ketua Pelaksana Yogi Vitagora.

Baca juga :  Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Diminta Makin Profesional

Djoko mengatakan pemerintah menyambut baik dengan adanya sosialisasi uang rupiah baru dari BI. “Ini adalah langkah yang bagus agar masyarakat mengetahui dan tidak kaget terhadap uang yang baru,” tuturnya.

Dijelaskan Djoko,  pengeluaran uang rupiah baru dilakukan sekitar 10 tahun sekali dengan tujuan untuk menukar uang-uang yang lama dan telah lusuh.

“Setiap kali ada emisi baru itu salah satunya untuk menukar uang lama yang beredar dengan uang baru, dan langkah strategis untuk memperkenalkanya  memang lebih baik melalui ulama karena mereka lebih dekat dan paham tentang masyarakat,” kata dia.

Baca juga :  Hari Mangrove Sedunia, Penanaman Mangrove Dilakukan di Kawasan Pelabuhan Tanjung Api-Api

Sementara, Dikatakan Deputi Kepala Perwakilan BI Sumsel, Seto Pranoto, selama ini banyak beredar berita bohong atau hoax terkait logo uang rupiah baru. Untuk itu, perlu adanya pemberian informasi yang benar  dari pemerintah dan pihak terkait lainnya kepada masyarakat sesuai undang-undang nomor 7 tahun 2011.

“Kita berharap kerjasamanya dari ulama agar mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa uang rupiah itu resmi dan berlaku,” ajaknya, disela kegiatan silahturahmi dan dialog interaktif, Kepala Perwakilan Bank Indonesia provinsi Sumsel bersama ulama dan ormas islama se Sumsel di hotel Daira, Senin (06/02).

Baca juga :  Dorong Produk Lokal, Gubernur Sumsel Minta BNI Tambah Kampung Binaan

Menurut Seto, uang rupiah  merupakan hal yang  strategis sebagai alat pembayaran sehingga mudah dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu. “Oleh karena itu butuh sosialisasi ke semua lapisan masyarakat,” singkatnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita