oleh

Gas Metan dari Sampah Penyumbang Pemanasan Global

Kolom:Peristiwa|1 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Lukitariati mengatakan, sampah merupakan sisa sehari hari ataupun alam, terdiri organik dan non organik. Selain itu ada sampah beracun, sampah bisa menghasilkan gas metan yang menimbulkan pemanasan global.

“Di dalam sampah menyimpan sesuatu nilai ekonomis yang salah satunya bisa dijadikan kompos, kita harus mensosialisasikan sampah yang mempunyai nilai ekonomis kepada masyarakat,” ajaknya.

Lanjutnya, sampah yang dihasilkan setiap hari akan menjadi masalah bila tidak dikelola dengan baik oleh karena itu dituntut kesadaran masyarakat bukan hanya tugas dari pemerintah.

Baca juga :  20 Tenaga Medis Segera Menyusul Diisolasi di Rumah Sehat Covid Sumsel

“Pengelolaan sampah kita mengenal konsep 3 R yakni Reduce, Reuse, Recycle. Reduse adalah mengurangi penggunaan bahan-bahan penghasil sampah, Reuse adalah pemakaian kembali bahan-bahan dan Recycle adalah mendaur ulang bahan-bahan. Konsepnya 3 R kita mengurangi sampah dengan mensosialisasi kesadaran kepada masyarakat untuk mengurangi sampah,” jelasnya disela seminar sehari dengan tema ‘Gerakan Tiga Jari Kelola Sampah, Pilah, Kompos dan Daur Ulang Menuju Indonesia Bersih Sampah 2020’di Hotel Aryaduta, Kamis (24/11).

Ditambahkannya, saat ini di Sumsel dominan sampah dari rumah tangga. Satu orang di Sumsel menghasilkan setengah kilogram sampah dengan jumlah penduduk 8 juta orang, Sumsel menghasilkan 4000 ton sampah sehari.

Baca juga :  Pejuang Kemerdekaan Inspirasi Generasi Penerus Untuk Peduli

“Kota Palembang sampahnya belum di pilah-pilah dan itu menjadi kesulitan dalam pengelolaan sampah, untuk itu perlu kesadaran masyarakat. Sampah organik sebenarnya busa dikompos oleh rumah tangga sementara sampah non organik biasanya diambil oleh pemulung,” katanya.

Dijelaskannya juga sampah plastik akan diambil pemulung kemudian akan dipotong kecil-kecil dan dijadikan biji plastik yang nantinya bisa digunakan kembali dalam membuat plastik.

“Dari sampah juga mempunyai potensi menghasilkan Bahan Bakar tetapi saat ini belum maksimal di manfaatkan,”. (juwita).


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita