oleh

Gelar Lokakarya Bagi Jurnalis, Scientist CIFOR : Akar Permasalahan Karhutla Itu Faktor Ekonomi

Kolom:Peristiwa|2 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Center for International Forestry Research (CIFOR) dan Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) menggelar pelatihan bagi Jurnalis yang dari berbagai media di Sumsel mengenai lingkungan hidup dan kehutanan.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi Jurnalis agar bisa bertemu dengan para peneliti, berbagi hasil riset kehutanan terbaru serta menjadi wadah bagi jurnalis untuk belajar, berdiskusi interaktif dengan para peneliti termasuk untuk mengeksplorasi serta memahami berbagai isu yang mempengaruhi hutan dan mata pencaharian masyarakat yang tinggal di dalam dan di sekitar hutan.

Baca juga :  Jelang Asian Games 2018, Ishak Ajak Semua Pihak Jaga Keamanan Sumsel

Dalam kegiatan ini, Jurnalis juga diajak kunjungan langsung ke lapangan di Desa Talang Nangka, OKI dan Padang Sugihan Sebokor serta lokasi riset Litbang KLHK Palembang untuk melihat dari dekat bagaimana masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi masalah kehutanan.

Scientist CIFOR Herry Purnomo, menjelaskan CIFOR merupakan organisasi antar pemerintah tingkat nasional yang berkonsentrasi dalam menjaga lingkungan dan alam.

“CIFOR merupakan satu-satunya lembaga di dunia yang memiliki kantor pusat di Indonesia, terhitung ada 25 kewarganegaraan yang kerja di CIFOR. Kita harapkan dengan adanya pelatihan ini Jurnalis dapat memanfaatkan hasil pelatihan dan fieldtrip ini menjadi bahan tulisan untuk di publikasikan,” harapnya.

Baca juga :  Gubernur Sumsel Gelar Open House Melalui Virtual Zoom

Purnomo juga mengungkapkan, yang menjadi akar permasalahan kebakaran hutan dan lahan yakni faktor ekonomi dan lemahnya tata kelola lahan. Tercatat di data bank dunia, pada tahun 2015 lalu ada 608 hektar lahan di Sumsel yang terbakar.

“23 persen dari daerah di Indonesia, yang paling banyak terbakar di daerah minyak kelapa sawit dan pertanian. Aktor kebakaran itu ada perusahaan skala besar dan menengah, investor skala kecil dan menengah serta perkebunan masyarakat dan petani skala kecil. Karena membakar itu merupakan aktivitas ekonomi untuk meningkatkan nilai lahan,” tukasnya.

Baca juga :  Hotel Swarna Dwipa Palembang Ditunjuk Jadi Tempat Isolasi Tenaga Medis

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita