oleh

Gubernur Ingatkan Jangan Semena-mena Mengelola Lahan Gambut

Kolom:Peristiwa|2 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Mengantisipasi pengelolaan lahan gambut yang semena-mena oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, Gubernur Sumsel Herman Deru berinisiatif membuatkan Perda khusus. Hal itu diungkapkan HD saat membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Restorasi Gambut Provinsi Sumsel TA 2018, di The Zuri Hotel, Senin (29/10).

“Kita ini mahluk yang punya kontribusi pada kerusakan gambut dan rawa karena pemanfaatan yang kita lakukan beda dengan nenek moyang kita dulu. Agar kita bisa memanfaatkan gambut dengan cara terhormat saya akan buatkan Perda yang mengatur pemanfatan lahan gambut,” tegas HD.

Menurut HD Perda ini penting agar rawa yang identik dengan lahan gambut di Sumsel bisa dikelola secara terhormat. Diapun optimis Perda ini akan sangat bermanfaat.

Baca juga :  Gubernur Alex Noerdin Hadiri HUT Kabupaten OKU Timur Ke 14

“Sewaktu jadi Bupati saya satu-satunya Bupati yang mendapat Bintang Jasa Pratama dari Presiden karena membuat Perda alih fungsi. Bukan ingin mendapat pujian tapi inilah wujud kecintaan saya pada petani dan alam agar lahan gambut tidak semena-mena dikelola jadi tempat bisnis,” ucapnya.

Lebih jauh kata HD, Sumsel sebagai daerah penghasil pangan jelas membutuhkan ekstensifikasi dan ini tentu menambah fungsi rawa yang banyak di Sumsel mencapai 1.4 juta hektare. Untuk itu HD berharap masyarakat bijak dalam mengelola lahan gambut.

“Harus dikelola dengan penuh kasih sayang jangan dibakar. Solusinya ya harus berikan peralatan pada petani untuk membuka lahan. Apa yang dibutuhkan kabupaten kota bisa kita bantu karena lebih baik kita menjaga daripada memadamkan,” katanya.

Baca juga :  Fitriyanti : Interaksi Sosial Sangat Penting

Menurut HD, pasca dilantik 1 Oktober lalu di Jakarta ia memang sempat bertemu dengan Kepala Badan Restorasi Gambut, Nazir Fuad untuk menggelar pertemuan khusus daerah yang wilayahnya ada gambut.

“Ternyata pemikiran kita berdua sama, ini wujud komitmen kita atas ciptaan Allah yang harus dipelihara ada rawa, gunung, laut, darat, rawa dan gambut yang bermanfaat bagi ekosistem,” jelasnya.

Dikatakan HD Sumsel diketahui memang memiliki lahan gambut yang besar mencapai 1.5 jt ha atau 10 % dari lahan gambut yang ada di Indonesia. Selama ini sejak zaman nenek moyang kehidupan masyarakat sangat tergantung dengan rawa. Namun disayangkan generasi saat ini kata HD cenderung kurang perhatian terhadap pertahanan perluasan rawa yang berakibat pada banjir.

Baca juga :  Ini Kabupaten/Kota yang Akan Dilintasi Pawai Obor Asian Games 2018

“Semoga restorasi ini dapat berjalan. Agar rawa yang identik dengan gambut ini bisa dikelola sesegera mungkin,” tambah HD.

Sementara itu Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Fuad mengatakan untuk negara tropis, Indonesia termasuk paling tinggi target restorasi gambut mencapai 2 juta hekare setiap tahun. Demikian hal nya provinsi Sumsel diakuinya memiliki serapan paling tinggi dibandingkan Provinsi lain di Kalimantan dan Sumatera.

“Indonesia sering dipuji para pemimpin dunia tentang pengelolaan lingkungan termasuk restorasi gambut. Ini berkat perjuangan bersama termasuk provinsi Sumsel buktinya tingkat hot spot berkurang mendekati 90 persen,” ungkapnya. Rip


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita