oleh

Hari Mangrove Sedunia, Penanaman Mangrove Dilakukan di Kawasan Pelabuhan Tanjung Api-Api

Kolom:Peristiwa|4 kali dilihat
NuansaKita – Banyuasin : Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan RI, penanaman mangrove dilakukan di kawawasn Pelabuhan Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin, Senin (03/08).
Usai menanam, Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan bahwa mimpi masyarakat Sumsel memiliki taman wisata mangrove atau hutan bakau yang populer seperti di pulau Bali sangat mungkin segera terwujud.
Guna mewujudkan impian tersebut, Pemprov Sumsel butuh kerjasama dan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Pemkab setempat yakni Kabupaten Banyuasin.
“Taman wisata mangrove ini jangan jadi mimpi lagi dan ini tuan rumahnya Banyuasin. Di sini juga ada Taman Sembilang tempat burung Siberia dan pemandangannya indah sekali. Tapi, kita butuh bantuan Kementerian juga karena kalau mengandalkan APBD kabupaten tentu tidak cukup,” ujarnya.
Selain dapat menjadi destinasi wisata yang menarik, keberadaan hutan mangrove sangatlah penting bagi ekosistem di sekitarnya karena mangrove juga dapat mencegah terjadinya abrasi.
“Kita lihat sendiri sedimentasi disini begitu cepat. Ini diakibatkan karena mangrovenya banyak yang rusak. Karena dibuat orang menjadi arang. Harus ada terobosan agar perajin arang punya alternatif menggunakan kayu lain agar mangrove kita tidak rusak. Mereka harus diberikan pelatihan,” jelasnya.
Sesuai arahan Presiden hendaknya gerakan penanaman mangrove ini jangan sekedar dilakukan sebagai simbolik saja namun terus dimasifkan ke depan sehingga keberadaannya dapat terus dilestarikan.
“Saat ini dunia resah karena mangrove berkurang. Mari kita lakukan agar kelanjutan ekosistem ini terjaga sekaligus mengurangi kekhawatiran dampak efek rumah kaca,” terangnya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan diwakili oleh Staf Khusus Menteri LHK Irjen Pol Drs. Jhonny Siahaan, mengatakan dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-75 Kemerdekaan RI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar acara penanaman Mangrove bersama gubernur di seluruh provinsi.
Untuk tanggal 03 sampai 04 Agustus 2020, acara dilaksanakan secara serentak di 9 provinsi di Pulau Sumatera meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Riuu, Kepulaunn Riau, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. Kegiatan ini dipusatkan di Bangka Belitung dan akan dicanangkan oleh Presiden Jokowi tanggal 05 Agustus 2020.
Menurut Jhonny, ekosistem mangrove merupakan sumberdaya lahan basah wilayah pesisir dan sistem penyangga kehidupan dan kekayaan alam yang nilainya sangat tinggi, oleh karena itu perlu upaya perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan secara lestari untuk kescjahteraan masyarakat.
Dikatakannya, ekosistem mangrove juga merupakan bagian integral dari pengelolaan wilayah pesisir yang terpadu dengan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Perlu koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan sinergi lintas sektor, instansi dan lembaga dalam pemeliharaan ckosistem mangrove.
“Berdasarkan Peta Mangrove Nasional tahun 2019 luas mangrove Indonesia kurang lebih 3,31 juta hektar, dimana seluas kurang lebih 2,67 juta hektar (81%) ekosistem mangsove dalam kundisi baik dan seluas 0,67 juta hektar (19%) dalam kondisi kritis. Untuk Sumsel, luas mangrove kurang lebih 158,734 lektar yang tersebar di Banyuasin, Muba dan OKI. Hari ini kita jaga mangrove untuk bumi kita,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala BPDAS, Siswo mengatakan hari ini mereka sudah menanam lebih dari 2020 batang mangrove seperti yang ditargetkan pemerintah pusat. Sebanyak 1.900 batang mangrove sudah ditanam sebelum acara dan 100 batang lebih ditanam secara simbolik.
Ia menambahkan, dari berhagai kajian akademik secara konsisten menunjukkan bahwa kehilangan mangrove terbesar di Indonesia dipicu oleh perluasan lahan tambak yang sangat masif. Selain itu juga disebabkan alih fungsi lahan menjadi pemukiman, perkebunan, sarana infrastruktur, penebangan illegal, serta pencemaran limbah.
Karena itu, melalui peringatan Hari Mangrove Sedunia ini ditandai dengan penanaman 2020 batang mangrove di setiap provinsi secara bersama-sama, sebagai upaya membangun sinergi dan sinkronisasi lintas ektor dalam pengelolaan ekosistem mangrove.
“Harapannya dengan penanaman ini kedepan hutan mangrove dapat terpelihara fungsi dan manfaat mangrove bagi kehidupan, antara lain sebagai pelindung dari abrasi air laut, penyangga dan pencegah intrusi air laut, menyimpan karbon serta fungsi ekowisata dan mitigasi bencana,” tukasnya. Rip
Baca juga :  Rukyatul Hilal Ramadan dan Lebaran Dilaksanakan Dengan Protokol Kesehatan

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita