oleh

Herman Deru Diundang Kenalkan Budaya Sumsel ke Mesir

Kolom:Peristiwa|5 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Jika tak ada aral melintang, Gubernur Sumsel Herman Deru akan menghadiri undangan silaturahmi dari Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan (KEMSS) Mesir pada bulan April 2020. Selain mengecek aset pemprov, agenda kunjungan ke Mesir itu juga akan dimanfaatkannya sebagai sarana merajut silaturahmi dengan warga Sumsel dari berbagai  belahan dunia.
Keinginan tersebut diungkapkan dia saat dirinya menerima audiensi rombongan Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan (KEMSS) Mesir, di Ruang Tamu Gubernur, Selasa (29/10).
“Saya ini bukan orang pesantren, bukan pula santri. Tapi memang suka sekali dengan kegiatan-kegiatan berbau keagamaan. Makanya waktu pertama kali surat undangan ini datang saya langsung katakan pada Protokol kalau saya sangat berminat datang,” ujar HD membuka pertemuan.
Menurut dia, beberapa program yang berkaitan erat dengan keagamaan juga termasuk dalam prioritas kepemimpinannya. Sebut saja misalnya Safari Jumat dan pendirian rumah-rumah tahfidz hingga pengaktifan kembali Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) atau yang saat ini berganti nama menjadi Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD) dan Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Kelurahan (P2UKK).
Lebih jauh dikatakannya, dia memang sangat menantikan undangan dari organisasi masyarakat Sumsel dimanapun berada agar dapay dirajut menjadi kekuatan dan kekompakan membangun Sumsel di masa mendatang.
“Bukan hanya karena mau ke Mesir melihat piramida saja tapi saya ingin merajut silaturahmi dengan orang Sumsel di perantauan. Sebelumnya sudah juga di Lampung, Surabaya bahkan Medan. Tapi ada baiknya sebelum berangkat ada diskusi dulu biar kunjungan yang dilakukan benar-benar bermanfaat,” jelasnya.
Sementara itu terkait aset Pemprov di Kairo, ia menuturkan sebenarnya Ia ingin aset serupa juga dibangun di Jeddah. Ia beralasan rumah singgah di Jeddah sangat dibutuhkan karena banyak sekali masyarakat Sumsel yang sudah berdomisili atau, bekerja menjadi TKI, umroh dan beribadah haji sehingga perlu dimonitor.
“Di Sumsel ini setahun bisa 28.000 warga Sumsel yang umroh,  belum yang jadi TKI atau yang berdomisili. Ini bisa kita jadikan pusat monitoring.” jelasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua KEMSS Mesir, Uchu Aulia Salim mengatakan ini merupakan agenda tahunan KEMASS. Ajang itu menurutnya akan dijadikan moment untuk memperkenalkan Budaya Sumsel di Mesir.
“Kegiatannya akan digelar di Rumah Limas di Mesir. Selain itu kami juga ingin mempertemukan Pak Gubernur dengan importir Kopi dari Mesir untuk melanjutkan kerjasama,” tukas dia. Rip
Baca juga :  Asian Games Semakin Dekat, Venue Olahraga JSC Terus dirawat

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita