oleh

Himpunan Pemuda Perantau Muratara Lakukan Kaderisasi

Kolom:Peristiwa|20 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Himpunan Pemuda Perantau Musi Rawas Utara (HPP Muratara) melakukan acara kaderisasi angkatan pertama. Kegiatan berlangsung dari tanggal 25-27 November 2016 di gedung KNPI Sumatera Selatan dengan peserta 25 orang pemuda perantau berasal dari Lubuk Linggau dan Lampung.

Menurut ketua HPP Muratara, Yadi Pebri, mengatakan tujuan kaderisasi dalam rangka memajukan daya saing dan daya guna. “Kami ingin dari HPP Muratara ini dapat melahirkan atau menghimpun pemuda Muratara yang punya keahlian dan kapasitas yang harus terus dikembangkan,” Ujarnya.

Kemudian lanjutnya, melalui pengkaderan ini, harapan kami ketika pemuda muratara selesai kuliah, ketika mereka pulang ke Muratara ada nilai lebih, terutama dalam rangka untuk ikut membangun daerah Muratara.

Baca juga :  Puasa Hari Kedua, Sekda Lanjutkan Sidak ke OPD-OPD

HHP Muratara memiliki lima garis perjuangan atau inti dasar berdirinya HPP Muratara yaitu keagamaan, moral, persaudaraan, kewirausahaan dan kepemimpinan. Jadi harapan kita kelima dasar ini tertanam dan menjadi karakter kepribadian sehari-hari setiap kader HPP Muratara,” Ungkap Yadi.

Yadi menceritakan sejarah awal berdirinya HPP Muratara berdiri 30 November 2015, pada tanggal 30 November nanti baru satu tahun. Deklarasi HPP Muratara di Kampus Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) di aula fakultas teknik.

Kita sadar betul bahwa Muratara itu punya potensi alam yang sangat luarbiasa. Untuk mengelola itu tentunya dibutuhkan khususnya pemuda-pemuda putera daerah yang produktif, yang bisa meningkatkan nilai lebih. Jangan sampai pemuda Muratara hanya jadi penonton, hanya bisa melihat atau mengkritik keadaan yang terjadi di daerah Muratara, harus punya kontribusi atau aksi-aksi nyata,” Ucap Pebri penuh semangat.

Baca juga :  Ini Nama-nama Pejabat yang Ditugaskan Ke Biro Pengadaan Barang/Jasa Sumsel

Pebri melanjutkan, Kami di HPP Muratara akan ikut mengontrol kebijakan pemerintah, yang pro rakyat kita dukung, yang tidak pro rakyat kita cari solusi bagaimana bagusnya, seperti mengajukan peraturan daerah, setelah kita diskusikan atau uji cocok, kita tawarkan kepada bupati, karena itu merupakan bentuk kontribusi bagi pembangunan Muratara.

Selain itu dalam beberapa hal persoalan yang dihadapi oleh masyarakat di Muratara, HPP Muratara juga menyorot persoalan yang dihadapi petani karet di Muratara.

Dengan kondisi harga karet yang sudah turun beberapa tahun terakhir harapan kita melalui pemuda, tokoh-tokoh pemuda yang kreatif, yang produktif bisa meningkatkan nilai. Jangan sampai masyarakat itu hanya menjual saja tapi nilai apa yang bisa dihasilkan dari karet itu selain hanya dijual kepada toke (juragan karet pembeli karet),” Pungkas Mahasiswa Teknik Sipil ini. (sibawaihi)

Baca juga :  Gubernur Sumsel: Mapolres OKI Jangan Jadi Tempat yang Angker 

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita