oleh

HIV di Sumsel Terus Bertambah

Kolom:Peristiwa|10 kali dilihat

Nuansakita – Palembang : Sebagai penyakit yang bisa menular, HIV/AIDS masih menjadi salah satu momok menakutkan bagi masyarakat. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.

HIV belum bisa disembuhkan, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini juga akan membuat penderitanya hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.

Disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular (P2N) Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Drs. Mulyono Jumlah yang terkena penyakit ini pun terus bertambah di wilayah Provinsi Sumatera Selatan, terhitung Januari hingga September 2016 ada 48 orang yang mengidap virus HIV, Rabu (23/11). Dari jumlah itu, dan untuk 151 orang positif AIDS, ”Lima orang di antaranya sudah meninggal,” katanya.

Baca juga :  MKGR Kota Palembang Kembali Di Hidupkan Yang Sempat Redup

Menurutnya, semua pihak di Sumsel sudah seharusnya waspada. Selama 21 tahun terakhir (1995-2016), terdeteksi ada 1204 pengidap HIV. Yang sudah positif terkena AIDS ada 1182 orang dengan 135 orang meninggal dunia.
Ditinjau dari sisi usia diungkapkan Mulyono, terbanyak yang terkena pada Januari sampai September tahun 2016 HIV yakni 20-29 tahun, jumlahnya untuk Laki-laki 31 orang dan untuk Perempuan sebanyak 17 orang sedangkan penderita AIDS untuk Laki-laki 120 orang dan untuk penderita Perempuan sebanyak 31 orang. Disusul penderita usia 30-39 tahun dan 40-49 tahun. ”Sebagian besar mereka yang kena penyakit ini masih dalam usia produktif dan untuk jenis kelamin, penderita HIV/AIDS pria jauh lebih banyak dari wanita,”katanya

Selain penggunaan narkoba jarum suntik dan seks bebas, penularan virus HIV, juga bisa melalui ibu rumah tangga dan ibu hamil yang menderita HIV positif. “Persentase tertular selama proses kehamilan sekitar 10 persen, dalam proses menyusui 10 persen dan selama proses persalinan sekitar 25 persen, Bayi yang dikandungnya berpotensi untuk tertular juga,

Baca juga :  Gubernur HD Siap Menjadi Penyeimbang Umat Muslim di Sumsel

ucapnya.
Di antara gejala utama penderita HIV yakni, demam panjang lebih dari tiga bulan, diare kronis lebih dari sebulan terus menerus dan berulang, serta berat badan turun lebih dari 10 Kg dalam tiga bulan.

Beberapa gejala minornya, seperti batuk kronis lebih dari sebulan, infeksi mulut dan tenggorokan karena candida albicans. Lalu terjadi pembengkakan menetap kelenjar getah bening, munculnya herpes zooster berulang dan bercak gatal di seluruh tubuh.

”Kalau sudah ada gejala itu, masyarakat bisa memeriksakan diri secara gratis di VCT (voluntary counseling and testing) yang ada di rumah sakit dan puskesmas di beberapa daerah di Sumsel,”himbaunya
Sementara itu PLT Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan (Dinsos Prov.Sumsel) Belman Karmuda untuk menyoroti penyakit HIV yang bermula dari seks bebas, narkoba apalagi untuk seks bebas sekarang banyak outlet outlet yang terang terangnya memasarkan wanita penghibur untuk para penafsu pria, dikatakannya bahwa dinsos tidak mempunyai kekuatan untuk menertibkan outlet atau tempat penghibur tersebut.

Baca juga :  Pulang Kampung, Gubernur Alex Pamit ke Masyarakat Empat Lawang

“Dari kami untuk menyoroti masalah masalah seperti ini sebetulnya kalau orang sudah menjadi korban itu sasaran kami, dan untuk sebelum menjadi korban itu urusan SKPD lain atau dinas yang bisa menertipkan tempat hiburan malam seperti, kita tidak mempunyai kekuatan, “katanya. (desta)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita