oleh

HKTI Diminta Jaga Semangat Petani di Sumsel

Kolom:Peristiwa|4 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Di sejumlah kesempatan, Gubernur Sumsel Herman Deru selalu bersemangat membahas soal pertanian dan petani. Demikian halnya ketika ia menerima kunjungan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumsel.

“Biarlah aku disebut wong gubernur dusun dak apo-apo. Karno memang dari kecik aku sudah menggeluti ini. Sampai aku jadi Bupati jugo mak itulah. Organisasi masalah pertanian seperti HKTI ini spesifik. Makonyo kalau tidak menjiwai lebih baik dak usah kareno idak akan maju,” tegasnya.

Dikatakan mantan Bupati OKUT dua periode itu sebenarnya sejak kecil HKTI sudah membekas dalam ingatannya. Namun, sayangnya saat menjadi Bupati ia sempat apatis karena kala itu HKTI ikut terseret dalam arus politik.

Kini setelah sekian tahun berlalu dan ia menjabat sebagai Gubernur, HD berharap HKTI bisa kembali berdiri untuk bermitra dengan Pemprov Sumsel untuk mengangkat martabat petani. Termasuk misalnya memberikan sumbang saran kepada gubernur soal apa saja.

Baca juga :  Sumsel Dapat Bantuan APD, Pemprov Segera Distribusikan ke Tenaga Medis

Menurut dia, kendala pada sektor pertanian yang sebenarnya bukan pada kecukupan alat pertanian atau bibit dan irigasi, melainkan semangat petani itu sendiri. Karena itu HD mengaku bangga karena masih ada segelintir orang yang perhatian, mau berkecimpung dan mengurus organisasi ini.

“Kalau soal itu mudah sudah ada teknologinya semua. Nah yang perlu dijaga sekarang itu adalah semangat petani ini. Kalau semangat ini tidak ada, ini tidak akan jalan. Ini tugas HKTI juga,” ujarnya.

Keseriusan HD pada sektor pertanian bukan ditunjukannya saat menjadi gubernur saja tapi sejak ia Bupati. Dari sektor ini pula ia pernah diganjar 7 kali penghargaan karena berhasil ikut melakukan peningkatan produksi beras nasional.

Baca juga :  HUT TNI Ke-73, Gubernur Doakan TNI Makin Maju dan Jaya

“Jadi kembali lagi ke bakat. Kalau saya memang bawaan lahir dengan pertanian. Waktu jadi Bupati saya berhasil menggenjot produksi beras dari 200.000 ton menjadi 700.000 ton,” paparnya.

Demikian tahun 2019 ini, ia mengajak HKTI merealisasikan target perluasan tanam padi sebanyak 200.000 hektar di Sumsel. HKTI diminta terlibat mengaktifkan kembali sawah rawa dimana Sumsel.telah ditunjuk menjadi pilot project di Indonesia bersama Kalimantan Selatan (Kalsel). Upaya ini diharapkan mempercepat target Sumsel mengembalikan kejayaan Sumsel sebagai daerah Lumbung Pangan Nasional.

“Saya punya ide ingin memetakan, jadi ada sistem zona untuk pertanian, perkebunan dan bisnis dan ini diatur dalam Perda. Misalnya Banyuasin, OKUT dan Musirawas itu masuk zona pertanian. Kalau untuk urusan petani ini saya tidak main-main. Saya mau masyarakat sejahtera dan pertanian inilah yang jadi alatnya,” paparnya.

Baca juga :  Buka Okumene Cup 2017, Wagub Ishak Minta Junjung Sportifitas

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Organisasi (BPO) HKTI Sumsel, Iskandar Syamwel mengatakan kedatangan mereka ini selain bersilaturahmi juga bertujuan mengundang Gubernur Sumsel Herman Deru pada acara Panen Raya di Desa Indrapura, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin pada akhir Januari 2019 mendatang.

Menurut Iskandar, sesuai AD dan ART nya HKTI sedapat mungkin akan menjalankan fungsinya membina petani dan menghubungkannya dengan pemerintah. HKTI juga berkomitmen mendukung penuh target kepemimpinan HDMY yang ingin mengembalikan Sumsel sebagai daerah Lumbung Pangan Nasional.

“Sekarang ini Sumsel turun jadi 6 besar daerah dengan lumbung pangan terbesar. Targetnya harus naik kalau bisa jadi nomor satu. Kita akan berupaya meningkatkan kerjasama dengan pemerintah agar target ini secepatnya tercapai,” ungkapnya. Rip


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita