oleh

Irjen Pol Djoko Prastowo : 1,4 Tahun Hukuman Perusahaan Pembakar Hutan

Kolom:Hukum, Peristiwa|8 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Keberhasilan pemerintah provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam menanggulangi kebakaran hutan dibuktikan dengan nihilnya perusahaan di Sumsel yang membakar hutan dan lahan.

Hal tersebut diungkapkan, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo. Menurutnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini rata-rata dilakukan oleh perorangan yang tersebar di kabupaten Musi Banyuasin, Muara Enim dan Ogan Ilir.

“Hingga saat ini kita masih terus memberikan pembinaan kepada masyarakat, ada juga yang kita proses hukum juga dalam rangka pembelajaran. Jadi, untuk 10 orang tersangkanya itu, kita lihat apakah ada dampak positif dalam proses hukumnya. Kalau berdampak positif bagi yang lain, kita teruskan tapi kalau pembinaan ini mereka sudah kapok, yah kita harus memikirkan masalah sosialnya juga,” urainya.

Baca juga :  Sriwijaya Ranau Gran Fondo Sumsel Segera Jadi Destinasi Andalan Nasional

Sedangkan, untuk kasus 2015 lalu, Djoko Mengatakan akan terus memprosesnya. Bahkan, sudah ada perusahaan yang terkena vonis hukuman setahun empat bulan serta ada juga kasus yang masih dalam tahap bolak-balik menghadirkan saksi ahli.

“Saksi ahli itu kadang- kadang masih susah, karena berkasnya tidak bisa dilengkapi, petunjuk saja-kan harus menghadirkan saksi ahli lingkungan, saksi pertanahan, itu kadang-kadang saksi itu dipakai di Riau dan Kalbar. Nanti kita minta ke Kementrian jadi mereka menujuk ahli-ahli dari kampus karena kalau nggak begitu dikasih bukan bidangnya nggak nyambung juga,” tegasnya.

Baca juga :  Dua Bulan Lagi, 2 Train Set LRT Tiba di Palembang

Tetapi, sambung Djoko, kedepan pihaknya akan lebih fokus bersinergi dalam mencegah karhutla agar tidak terjadi lagi. “Banyangkan tahun 2015, 3.700 hektar yang habis terbakar, sedangkan 2016 hanya 17,75 hektar yang habis terbakar. Perubahannya sangat signifikan,” tukasnya (juwita


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita