oleh

Ishak Mekki : Pelayanan Publik Berbasis IT Meminimalisir Terjadinya Pungli

Kolom:Peristiwa|1 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Ishak Mekki mengungkapkan, pemerintah provinsi Sumsel terus mengupayakan masyarakat agar bisa mendapatkan pelayanan publik yang optimal dan baik. Salah satunya dengan menerapkan pelayanan publik berbasis teknologi (IT).

Diakui Ishak Mekki, kebijakan ini mendapatkan dukungan penuh oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi. Tidak hanya sebatas pelayanan publik, tetapi dalam bidang pelayanan keamanan dan gangguan ketertiban umum juga akan menggunakan teknologi berbasis IT.

Wakil Gubernur Sumsel usai Pembukaan Rapat Koordinasi Satuan Polisi Pamong Praja se-Sumsel dan Sosialisasi Sistem Diteksi Dini Berbasis IT oleh Satlimas, di Graha Bina Praja, (19/11), menjelaskan , selain berbasis IT, pelayanan publik setiap kabupaten/kota itu diharuskan ada pelayanan terpadu.

Baca juga :  Presiden Meminta Pramuka Lakukan Terobosan Inovatif

” Kalau ada pelayanan terpadu pasti itu sudah transparan dan dapat menutup peluang pungutan liar,” jelasnya.

Ishak mengatakan dengan pelayanan transparan dan berbasis IT dapat dengan jelas persyaratannya, misal dalam pengurusan IMB besar biaya, prosedurnya karena semua sudah berdasarkan teknologi tidak lagi berhadapan dengan orang-orang.

“Kalau itu masih ada pungutan pungutan liar di dalam pelayanan masyarakat itu tidak benar, berarti pelayanan itu tipu tipu saja,” tegasnya.

Dikatakan Ishak Mekki, disetiap kantor sudah ada Standar Operation Prosedur (SOP) jadi sudah seharusnya menjadi kesadaran pegawai. Bila sudah jelas SOP nya masyarakat berurusan juga sudah jelas dengan syarat-syaratnya hingga tidak perlu lagi melalui calo.

Baca juga :  Gubernur Deru : Tugas Pemimpin Melayani Bukan Minta Dilayani

“Pungli ini sudah ditanganin dari pusat sampai ke daerah, jadi kalau masih ada pungutan liar itu konyol,” tutupnya. (juwita).


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita