oleh

Jalan Santai Peringati Hari Bisu Tuli Internasional

Kolom:Peristiwa|5 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Sekitar 300 peserta mengikuti acara jalan santai sebagai peringatan hari bisu tuli Internasional yang dilakukan di depan halaman kantor Dinas Sosial Provinsi Sumsel (24/10). Acara ini diselenggarakan oleh DPD Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN) Provinsi Sumsel, dan didukung oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKSK), Komunitas Brejo, Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), serta Komunitas Anak Muda Anti Narkoba (KANDATIBA).

Tokoh inspirasi Sumsel, Belman Karmuda, SH, M.Si mengungkapkan, bahwa acara ini diselenggarakan untuk mendorong dan memotivasi anak-anak penyandang disabilitas untuk lebih berkembang, karena disini prinsipnya adalah kesetaraan dimana antara penyandang disabilitas dan masyarakat umum ini dapat berbaur dan belajar untuk dapat berkomunikasi secara lancar dan intens.
“maka dari itu, disini diadakan kegiatan jalan santai, lomba melukis, dan Belajar Isyarat Indonesia (BISINDO) ini supaya tidak ada perbedaan lagi, dan dapat bersosialisasi antara satu dengan yang lainnya”.

Baca juga :  Dhennie Zainal Dipercaya Menjadi Plh Ketua KONI Sumsel

Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (EW LMND) Sumatera Selatan, Zul Apri selaku perwakilan dari mahasiswa mengatakan bahwa sangat mendukung kegiatan ini, dan kedepannya semoga mahasiswa-mahasiswa yang ada khususnya di kota Palembang ini lebih peka terhadap kesenjangan sosial yang ada si masyarakat contohnya kawan-kawan yang tergabung dalam GERKATIN ini, dan kalau bisa bersedia untuk menjadi volunteer untuk penerjemah, ungkapnya.

Iwan Okatarianto, selaku ketua DPD GERKATIN melalui penerjemahnya menambahkan, bahwa ini pertama kalinya diadakan perkumpulan seperti ini di provinsi Sumatera Selatan dan berharap bisa berlanjut untuk tahun-tahun kedepannya.
“saya berharap, akan ada tambahan yang menjadi penerjemah karena sampai sekarang yang menjadi penerjemah di GERKATIN ini ada dua (2) orang saja, kedepan dibutuhkan 20 orang lagi yang bersedia menjadi volunteer untuk menjadi penerjemah, imbuhnya.

Baca juga :  Masalah Tapal Batas Muba dan Muratara Diharap Ada Win-Win Solution

Iwan menambahkan, diharapkan untuk Pemerintah Provinsi Sumsel mendukung dan menyediakan sekolah khusus untuk penyandang disabilitas yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, karena sampai sekarang hanya ada dua (2) daerah yang telah ada yaitu Aceh dan Padang. Karena penyandang buta tuli pun mempunyai kesetaraan dalam pendidikan, tutupnya. (desta)


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita