oleh

Kanker Payudara Dapat di Antisipasi Sejak Dini

Kolom:Peristiwa|288 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Kanker payudara yang biasa dialami oleh kaum perempuan dapat melakukan antisipasi dan pencegahan sedini mungkin. Salah satu hal yang paling penting yakni memberikan semangat dari keluarga penderita. Hal itu disampaikan oleh speliasist Onkologi RS Hermina Palembang, dr Benny Kusuma SpB Onk saat menyampaikan materi seminar Sadari di acara Seminar dan Peresmian Persatuan Wanita Penyandang Kanker Payudara (P2WPKP) Aula RS Hermina Palembang.

Menurutnya, peran keluarga adalah kunci utama selain tindakan medis yang dilakukan oleh penderita kanker payudara. “Semangat dan motivasi yang diberikan oleh keluarga khususnya pada pasangan hidup penderita akan memiliki efek yang sangat luar biasa bagi penderita. Jika pasangan hidup itu memberikan semangat yang kuat, Insya Allah akan sangat membantu proses penyembuhan si penderita kanker,” ungkap ketua umum P2WPKP ini.
Saat ini, Indonesia belum mempunyai data yang otentik tentang berapa banyak jumlah wanita yang menderita kanker payudara. Tetapi, diharapkan 2 sampai 3 tahun kedepan data otentik tersebut sudah bisa ada.

Baca juga :  Menteri BUMN Rini Tinjau Digitalisasi SPBU di Sumsel

“Sebagai catatan, di tahun 2016, ada hampir sekitar 1800 wanita yang terdiagnosa mengidap kanker payudara di Rumah Sakit (RS) yang ada di Palembang, dan hampir sekitar 2100 wanita yang dinyatakan menderita kanker payudara,” ujarnya kepada wartawan Nuansakita.com, Selasa (28/02).

“Tujuan kami dengan adanya P2WPKP adalah bagaimana meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik dengan memberikan motivasi dan semangat serta pelayanan yang terbaik khususnya di bidang kanker payudara,” lanjutnya.

Gerakan pencegahan yang menjadi awal organisasi tersebut adalah mensosialisasikan gerakan Sadari yaitu Memeriksa Payudara Sendiri. Sadari adalah bentuk kesadaran untuk melakukan pemeriksaan sendiri yang dilakukan sebulan sekali satu minggu setelah haid. Bagi yang telah berhenti haid, pemeriksaan bisa dilakukan setiap tanggal tertentu setiap bulannya dan itu ditentukan sendiri.

Baca juga :  LVRI Bersedih Generasi Penerus Saling Hujat

“Kami menghimbau kepada masyarakat khususnya para wanita, tidak usah risau persoalan stadium 1, 2 atau 3 sebab nanti dokter yang akan menentukannya. Yang terpenting adalah jika ditemukan benjolan pada payudara, segera konsultasi dan berubat ke RS agar kanker tersebut bisa diatasi sedini mungkin. Masyarakat bisa datang langsung ke RSMH, RS Pusri atau ke RS Hermina,” himbaunya. Dr Benny juga menyampaikan agar kaum laki-laki tidaklah lepas dari potensi kanker payudara walaupun persentasenya hanya sekitar 1 persen.

Untuk diketahui, Konsep utama terjadinya kanker payudara itu cuma ada tiga yaitu konsep inisiasi, promosi dan progresi. Inisiasi bisa faktor luar yaitu karena radiasi sinar matahari yang menyebabkan mutasi, dan faktor dalam yaitu masalah kelainan genetik. Konsep promosi adalah karena wanita didominasi oleh hormon ekstrogen yang bertemu dengan sel yang sudah terinisiasi. Dan konsep progresi.

Saat ini, kanker payudara tidak hanya ditemukan pada wanita usia diatas 40 tahun, tetapi sudah menyerang usia dibawah 30 tahun atau bahkan dibawah 20 tahun. Jika kanker tersebut menyerang lebih dini, bisa dipastikan pemicunya adalah haid pertama yang terjadi lebih awal. Karena paparan hormon ekstrogennya lebih banyak sehingga berpotensi besar menjadi penyebab awal kanker payudara.

Baca juga :  Sambil Membagikan Sembako, Warga AAL dan Gandus Dibantu Tongkat dan Kursi Roda

Sebagai langkah pencegahan, ada tiga model pendekatan yang bisa dilakukan yaitu primer, sekunder dan tertier. Pendekatan primer adalah dengan melakukan pola hidup yang sehat, makanan yang sehat atau suplemen yang baik, aktifitas yang sehat, olahraga yang cukup dan berfikir positif. Untuk pendekatan Sekunder adalah melakukan gerakan SADARI (memeriksa payudara sendiri), pemeriksaan fisik oleh dokter dan mamografi untuk wanita usia diatas 40 tahun. Sementara pendekatan tertier adalah pengobatan sebaik mungkin sehingga tidak terjadi kekambuhan yang akan menyebabkan kesulitan dalam pengobatan berikutnya.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita