oleh

Ke Medan, Gubernur Sumsel Promosi Kejuaraan Dunia MXGP 2019 

Kolom:Peristiwa|8 kali dilihat
NuansaKita – Medan : Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia menghadiri Silahturahmi dan Halal Bihalal  dengan Keluarga Besar “Sriwijaya” yang tergabung dalam Yayasan Sriwijaya Sumatera Utara sekaligus melantik dan mengukuhkann Agus Sugianto sebagai ketua Kepengurusan Yayasan Sriwijaya Sumatera Utara Periode 2018 – 2023, di Gedung Balai Prajurit Kodam 1 BB Jalan Gatot Subroto KM. 7.5 Medan, Sabtu (22/06).
Dalam sabutannya, Herman Deru menegaskan, Sumsel mempunyai wilayah yang luas 17 kabupaten/kota  dengan populasi masyarakat yang terus bertambah dari waktu kewaktu. Kondisi ini memungkinkan banyaknya warga Sumsel yang merantau keluar daerah dengan berbagai alasan baik itu dalan urusan ekonomi, pekerjaan atau pengembangan bakat dan karier yang pada akhirnya tinggal menetap ditanah rantauan. Seperti halnya keluarga besar Sriwijaya yang tergabung dalam Yayasan Sriwijaya Sumatera Utara yang beranggotakan bukan saja warga Sumsel melainkan juga perantau dari Provinsi Jambi, Lampung, Bengkulu dan Kepulauan Bangka Belitung.
“Saya bangga, warga Sumsel disini rata-rata sudah sukses. Ada yang berpangkat Jenderal TNI, Jenderal Polisi, Kepala PLN, BUMN serta menjadi pengusaha sukses. Kami selalu mendoakan semua warga yang ada di perantauan ini dalam kondisi baik meskipun jauh dari kampung halaman,” ungkapnya.
Dihadapan para perantau yang tergabung dalam keluarga besar Sriwijaya di Sumut tersebut, Gubernur juga mempromosikan gelaran Kejuaraan Dunia Motocross Grand Prix (MXGP) of Indonesia 2019 yang rencananya digelar di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. Untuk itu dia mengajak seluruh warga dirantauan turut mensukseskan acara tersebut.
“Dalam waktu dekat Sumsel kembali menjadi tuan rumah MXGP. Saya mengajak seluruh warga Sumsel termasuk yang ada diperantauan untuk terlibat dalam mensukseskanya. Caraya ayo kita ramaikan dengan cara menonton dengan datang langsung ke Palembang,” tambahnya.
Lebih lanjut Herman Deru mengucapkan terima kasih atas peran serta warga Sumsel yang ada di Sumut yang telah menjaga nama baik Sumsel sehingga Sumsel bisa terkenal hingga luar daerah.
“Sumsel itu besar dengan berbagai suku dan adat istiadatnya. Namun perbedaan tidak menjadi konflik. Setidaknya ada 9 bahasa daerah di Sumsel dengan karakter dan watak yang berbeda pula. Namun tetap rukun. Nah inilah kelebihan kita orang Sumsel,” tambahnya.
Herman Deru juga meminta agar warga Sumsel di perantuan tidak melupakan asal usul. Adat istiadat daerah asal masing-masing. Tetap menjaga serta mempertahankan adat budaya bahasa serta jangan melupakan kampung halaman. Selain itu dia minta agar menjaga nama baik daerah membaur dengan warga pribumi dengan tetap menghormati adat dan budaya di tanah rantuan atau dengan istilah dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung.
Dalam kesempatan tersebut Herman Deru juga mengusulkan agar anggota yayasan khususnya dari Sumsel untuk mengadakan acara “Balek Kampung Samo Samo”, minimal dalam setahun satu kali.
“Di Palembang ado Wisma Atlet yang menyiapkan ribuan kamar yang dapat digunakan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Sriwijaya Sumut, Dr. H.M Fauzie Sahil, SPOG mengucapkan terimakasihnya  kepada Gubernur Sumsel yang sudah menyempatkan hadir dalam acara tersebut, meskipun terlambat ia juga mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin kepada hadirin yang datang.
“Terimakasih pak Gubernur sudah hadir, kami sangat senang sudah dikunjungi. Semoga dengan ini kita yang berada di Sumut, khususnya di Medan selalu merasa rindu dengan Sumsel tempat kelahiran kita,” tukasnya. Rip
Baca juga :  Yohanes Toruan Harapkan HP3KI Jadi Organisasi Yang Tidak Berafiliasi Pada Politik

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita