oleh

Keberhasilan Sumsel Restorasi Lahan Gambut Jadi Perhatian Dunia

Kolom:Peristiwa|8 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Gubernur Sumatera Selatan H.  Alex dihadapan para peserta   The 1st Asia Bonn Challenge di Sepucuk kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Sealatan, menyebutkan bahwa keberhasilan Sumatera Selatan dan Pemerinah Pusat dibantu oleh pemerintah daerah merestorasi lahan gambut menjadi sebuah lahan yang produktif sudah cukup membuka mata dunia.

Dijelaskan Alex, untuk merestorasi lahan gambut yang sudah rusak akibat terbakar tentu bukanlah ha yang mudah, butuh waktu belasan tahun, oleh karenanya perlu diapresiasi agar ini terus bisa dikembangkan dilokasi yang lebih luas lagi sesuai yang ditargetkan bersama.

Baca juga :  HIPKA Dorong Industri Perekonomian Rakyat

“Inilah manfaat yang bisa dipetik dari kunjungan  langsung ke Pulau Sepucuk Kabupaten OKI, para peserta Bonn Challenge bisa hasil yang ada di  proyek percontohan yang sudah  drestorasi oleh pemerintah pasca terbakar pada tahun 2006  lalu,” jelas Alex disela acara kunjungan kepulau Sepucuk,”  katanya,  (10/05).

Menurutnya perlu disykuri setelah memekan waktu cukup  lama, akhirnya pemerintah bisa menemukan metode menanam tanaman yang bisa di tanam dilahan yang sudah terbakar dan tidak termanmanfaatkan, selain itu lahannya adalah lahan gambut, sperti yang ada dilahan gambut yang ada dilokasi Sepucuk dengan luas lokasinya seluas 1000 hektar.

Baca juga :  Pembangunan Masjid Sriwijaya Mandek

Lebih lanjut ia menambahkan Bonn Challenge pertama kali diprakarsai oleh adanya pertemuan Menteri Lingkungan Hidup dengan International Union for Conservation Nature (lucN) di tahun 2011 di Kota Bonn Jerman, yang menargetkan akan merestorasi hutan dunia dengan tahun 2020 sebanyak 150 juta hektar selaras dengan Deklarasi New York 2014 tentang Hutan.

“Untuk Bonn Challenge di Sumsel sasarannya adalah restorasi, yang kemudian kemudian diharapkan mampu mengurangi pemanasan global akibat efek gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim dunia,” tutupnya.

Baca juga :  Baru 61 Persen, Jembatan Musi VI Masih Terkendala Pembebasan Lahan

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita