oleh

Kemenag Sumsel Minta Simbol Agama tak Dijadikan Konten Video Prank

Kolom:Peristiwa|2 kali dilihat
NuansaKita – Palembang : Kakanwil Kemenag Sumsel HM. Alfajri Zabidi, menyayangkan simbol agama digunakan untuk mengisi konten video youtube dalam bentuk prank.
Dia mengimbau jajaran Kemenag Kabupaten/Kota di Sumsle untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat agar tidak melakukan hal serupa.
Sekadar informasi, video prank pembagian bungkusan daging kurban berisi sampah viral di masyarakat. Bahkan, pihak kepolisian saat ini telah menetapkan Edo Dwi Putra, sang pembuat konten video sebagai tersangka.
“Kita sangat menyayangkan bila ada masyarakat yang menggunakan simbol agama atau hal-hal yang terkait ibadah agama tertentu, untuk dijadikan konten video prank. Sebab hal itu dapat menimbulkan perpecahan dan keresahan ummat. Untuk kasus video prank pembagian bungkusan daging kurban berisi sampah yang kini viral, kita serahkan penanganannya sepenuhnya kepada pihak berwenang, yakni kepolisian,” ujar Fajri saat dihubungi, Senin (03/08).
Untuk mencegah hal serupa kembali terjadi, ia meminta seluruh jajaran Kementerian Agama di kabupaten/kota se-Sumsel agar memberikan pembinaan kepada masyarakat.
“Silahkan berkoordinasi dengan Forkompinda, MUI, KUA Kecamatan, dan instansi terkait lainnya untuk mengambil sikap terbaik,” ungkapnya.
Selain itu, pembinaan kepada masyaraka agar diintensifkan. Jangan sampai kemajuan teknologi dimanfaatkan dan diisi hal-hal yang bisa menimbulkan keresahan.
“Silahkan kreatif, saya kira banyak ide lain yang lebih bermanfaat dan mendidik sehingga kita semua merasakan dampak positifnya,” tukas Fajri. Rip
Baca juga :  Pelunasan Biaya Haji Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020

Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita