oleh

Kementerian ESDM dan Pemprov Sumsel Sinergi Wujudkan IUP yang Clear and Clean

Kolom:Peristiwa|41 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar Pembinaan dan Pengawasan (Binwas) Terpadu Mineral dan Batubara (Minerba) di Provinsi Sumatera Selatan.

Kegiatan Binwas Terpadu Minerba merupakan kali kedua yang diselenggarakan Kementerian ESDM setelah sebelumnya telah dilakukan di provinsi Sumatera Barat.

Dengan adanya Binwas kedua ini, maka pelaksanaan Binwas terpadu sektor minerba menyisakan 18 provinsi lagi yakni, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Papua, Maluku, Sumatera Utara, Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur/Kalimantan Utara.

Baca juga :  Ultah ke-68, Gubernur Alex Dapat Kejutan Spesial

Binwas meliputi rekapitulasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan pendataan jumlah produksi dan penjualan domestik batubara di Sumatera Selatan. Binwas yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Minerba bersama anggota Komisi VII DPR RI ini.

Plt Sekretaris Daerah provinsi Sumsel Joko Imam Sentosa, usai membuka kegiatan Binwas di hotel Aston, Selasa (04/04) berharap dengan digelarnya Binwas Minerba tersebut dapat mengarahkan pengelolaan pertambangan di Sumsel agar lebih baik lagi.

“Di Sumsel yang tidak ada aktivitas pertambangan hanya kota Palembang dan Lubuk Linggau. Jadi jika kota lainnya pertambangan tidak dikelola secara maksimal maka akan merugikan negara, kita tidak mau itu terjadi,” ucap Joko.

Baca juga :  BPD Hipmi Sumsel Tentukan Pemimpin Yang Baru

Direktur Pengusahaan Pembinaan Batubara, Agung Pribadi, menjelaskan berdasarkan rekapitulasi IUP hingga bulan Maret 2017, di Provinsi Sumatera Selatan terdapat 140 perusahaan yang berstatus Clear And Clean (CnC), dan 1 perusahaan Non CnC.

Sementara untuk produksi batubara, lanjut Agung, pada tahun 2016 sebesar 27.564.181 Metrik Ton (MTon). “Catatan kami, produksi batubara di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2016 adalah sebesar 27.564.181 Mton. Mayoritas batubara dari Sumatera Selatan yaitu sebesar 17.508.541 Mton atau 64% dijual di dalam negeri,” jelas Agung.

Baca juga :  Pertamina RU III Diminta Buat Binaan Khusus Tanggulangi Karhutla

Pada kesempatan yang sama, Agung juga menyampaikan laporan surveyor mengenai Penjualan Mineral emas dan perak tahun 2016 ditujukan ke Australia. Secara keseluruhan, volume penjualan mineral Sumatera Selatan tahun 2016 meningkat 3,7 persen dibanding tahun 2015. Jika pada 2015 volume penjualan mineral berjumlah 1.025 ton, maka di tahun 2016 volume penjualannya meningkat menjadi 1.065 ton.

Binwas ini dilakukan terhadap seluruh pelaku usaha pertambangan minerba bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Perusahaan Pemegang Izin Usaha Pertambangan, dan pihak terkait lainnya di Provinsi Sumatera Selatan.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita