oleh

Kementerian ESDM : Konservasi Energi Tanggung Jawab Semua Pihak

Kolom:Peristiwa|10 kali dilihat

NuansaKita – Palembang : Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajak seluruh elemen masyarakat agar menggunakan energi dengan baik dan tidak boros menggunakan energi.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Konservasi Energi, Farida Zed, saat memberikan sambutan pada pembukaan acara Bimbingan Teknis Konservasi Energi di Hotel Horison Palembang, Selasa (21/02).

Dalam sambutannya itu Farida menjelaskan bahwa keberhasilan konservasi energi memerlukan peran serta seluruh pihak, khususnya pengguna energi, seperti industri, bangunan, transportasi, dan rumah tangga.

Pemerintah pun lanjutnya, mengeluarkan berbagai regulasi dan mengembangkan berbagai program untuk mengajak stakeholder dan seluruh masyarakat melakukan konservasi energi hebat, yaitu menggunakan energi secara efisien dan rasional tanpa mengurangi produktivitas, keamanan dan kenyamanan.

Baca juga :  Pemkot Palembang Resmikan Jembatan Musi IV

“Mengapa kita perlu menghemat energi? Hemat energi tentunya akan menghemat biaya. Bangsa kita cukup lama terlena dengan subsidi harga energi. Namun sayangnya subsidi harga energi yang awalnya mempunyai misi sosial pada akhirnya lebih banyak dinikmati oleh masyarakat dari golongan yang mampu,” tukasnya.

Farida juga mengungkapkan bahwa elama ini subsidi harga energi telah begitu memberatkan neraca ekonomi nasional, apalagi penggunaan energi nasional tergolong boros, artinya subsidi tersebut banyak yang terbuang sia-sia.

Untuk itu lanjutnya lagi, pemerintah sejak beberapa tahun terakhir, secara berkala telah menaikkan tarif dasar listrik, artinya biaya untuk listrik akan terus naik, demikian juga dengan bahan bakar minyak.

Baca juga :  dr. Anton Suwindro, M.Kes : 8,8 Juta Penduduk Indonesia Kekurangan gizi Seimbang.

Farida juga mengungkapkan mulai awal tahun harga minyak kita sudah mengikuti harga pasar dunia, artinya harganya akan terus berfluktuasi sesuai harga di pasaran internasional.
“Tetapi kalau kita dapat berhemat maka kenaikan-kenaikan harga tersebut tidak akan terlalu berdampak, karena potensi penghematan itu cukup besar, yaitu sekitar 10-30% di semua sektor,” paparnya.

Selain untuk menghemat biaya, menurut Farida hemat energi juga berdampak positif bagi kelestarian lingkungan, karena dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dengan berhemat energi, secara tidak langsung kita ikut berkontribusi dalam mengurangi pemanasan global.

Hemat energi juga berdampak baik kepada kesehatan, peningkatan produktivitas serta membantu pemerintah dalam pemenuhan energi khususnya untuk daerah-daerah yang belum terjangkau akses energi.

Baca juga :  RAPI Siap Mendukung Asian Games di Sumatera Selatan

Ada 2 (dua) pendekatan yang dapat dilakukan untuk hemat energi, yaitu penerapan teknologi yang efisien dan perubahan perilaku.

Jika kedua hal tersebut dapat dilakukan sekaligus maka penghematannya akan menjadi lebih besar, karena bagaimanapun hematnya suatu peralatan, jika perilaku penggunanya tidak hemat, maka pemborosan tetap tidak bisa dihindari.

“Dari kedua cara tersebut, cara yang paling murah dan mudah yang dapat kita lakukan adalah dengan “perubahan perilaku” yaitu dengan mengajak masyarakat untuk mengubah perilakunya dari yang berbudaya boros menjadi berbudaya hemat energi, karena menghemat energi 1 kWh energi lebih murah ketimbang harus memproduksi 1 kWh energi,” pungkas Farida Zed.


Penulis : | Editor : Tumpal Simaremare

Kabar Berita